BERITA  

DPW IJEN Sumut Soroti Maraknya Dugaan Kekerasan Seksusal Anak Dimadina, Minta Polres Perhatian Serius dan Tes Urine

DPW IJEN Sumut Soroti Maraknya Dugaan Kekerasan Seksusal Anak Dimadina, Minta Polres Perhatian Serius dan Tes Urine | Newstv Indonesia
DPW IJEN Sumut Soroti Maraknya Dugaan Kekerasan Seksusal Anak Dimadina, Minta Polres Perhatian Serius dan Tes Urine | Newstv Indonesia

 

MANDAILING NATALNEWSTV.ID

Ketua DPW IJEN Sumut, Ismed Harahap, angkat bicara terkait maraknya pemberitaan dan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.

Ismed menyampaikan,keprihatinan mendalam sebagai putra daerah, khususnya Kecamatan Siabu.

“Ini PR serius terkhusus bagi aparat penegak hukum Polres Madina. Sebagai putra kecamatan Siabu, saya menyampaikan atas keprihatinan kami karena akhir-akhir ini banyak sekali dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur,” ujar Ismed Harahap kepada media, Rabu (4/9/2026).

Minta Polres Madina Tindak Tegas dan Lakukan Tes Urine*

Ismed meminta Polres Mandailing Natal untuk memberikan perhatian serius dan penanganan cepat terhadap setiap laporan yang masuk.

Ia juga mengusulkan agar setiap pelaku yang sudah diamankan dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika terbukti pelaku yang sudah diamankan, mohon untuk dilakukan tes urine. Bisa jadi maraknya peredaran narkoba dalam beberapa tahun yang lalu di Kecamatan Siabu punya imbas terhadap kejadian-kejadian yang sekarang dialami masyarakat Kecamatan Siabu,” jelasnya.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menjadi salah satu faktor pemicu tindak kejahatan, termasuk kekerasan terhadap anak.

Dorongan Pencegahan dan Edukasi

Selain penegakan hukum, Ismed juga mendorong agar pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat memperkuat edukasi dan sistem perlindungan anak di tingkat desa.

“Anak adalah masa depan kita. Jangan sampai ada lagi korban. Mari kita jaga bersama dan berikan efek jera bagi pelaku,” tambahnya.

Himbauan kepada Masyarakat

Ismed mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui atau menjadi korban tindak kekerasan seksual. Laporan dapat disampaikan ke Polres Madina, UPTD PPA, atau lembaga perlindungan anak lainnya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *