JAKARTA – Dalam sebuah diskusi di gedung DPR, Jakarta, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, membahas fenomena elektabilitas yang menarik perhatian publik. Ia berbicara mengenai elektabilitas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang tampaknya tak sebanding dengan antusiasme publik dalam sejumlah acara yang dihadiri oleh AMIN.
Mardani mengingatkan istilah ‘Amien Rais Syndrome’ yang pernah disebutkan oleh Direktur Political Marketing Consulting (PolMark), Eep Saefulloh Fatah, kepada Anies. Menurutnya, istilah ini merujuk pada fenomena elekta hubilitas Amien Rais di Pilpres 2004. Meskipun Amien Rais dikenal luas oleh publik saat itu, perolehan suaranya hanya mencapai 14,66%.
“Jadi kalau saya hasil survei ini masukan buat kita, kita tidak boleh puas dengan apa yang terjadi di lapangan. Karena itu spotlite memang ramai, tapi hasil itu lebih menyeluruh, lebih sesuai dengan kaidah ilmiah yang sampling-nya itu rata, walaupun saya tetap yakin menjelang penetapan dan nanti saat kampanye, Mas Anies akan naik dan menang Insyaallah,” jelasnya seperti dikutip dari detik.com, Rabu (1/11/2023).
Mardani menekankan pentingnya tidak puas hanya dengan sorotan di media, karena hasil survei harus didasarkan pada kaidah ilmiah dengan sampel yang merata. Meskipun demikian, ia tetap yakin bahwa elektabilitas Anies akan meningkat menjelang penetapan dan kampanye.
Ketua DPP PKB, Daniel Johan, merespons hal ini dengan mengatakan bahwa pihaknya akan mengantisipasi fenomena ‘Amien Rais Syndrome’. Dia juga mengimbau agar tidak meremehkan sambutan meriah dari rakyat.
Artikel Analisis Fenomena ‘Amien Rais Syndrome’ dalam Elektabilitas Politisi Terkenal pertama kali tampil pada Harian Daerah.













