NEWS TV – MAKASSAR, Sesuai Hasil Audit BPK yang dipublikasikan tahun 2022 ditemukan Sejumlah Kecamatan di Makassar Anggarkan Pengadaan Peralatan Melalui Belanja Modal Gedung. Pemeriksaan terhadap dokumen penganggaran menemukan Pengadaan Peralatan dan Mesin menggunakan akun Belanja Modal Gedung dan Bangunan pada 16 OPD dengan nilai ratusan juta rupiah dengan uraian berikut ini. Anehnya pangadaan tersebut nyaris dikatan sama semua alias komapk untuk peralatan dan mesin AC,

- a) Kecamatan Biringkanaya menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.000.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp990.822.587,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp41.656.722,00 di sepuluh Kelurahan;
- b) Kecamatan Bontoala menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.200.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp1.178.619.683,00. Dari realisasi tersebut terdapat pengadaan peralatan dan mesin sebesar Rp56.530.000,00 di 12 Kelurahan;
- c) Kecamatan Kepulauan Sangkarang menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp300.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp232.739.000,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp40.333.000,00 di tiga Kelurahan;
- d) Kecamatan Makassar menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.400.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp1.383.012.357,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp51.686.868,00 di 14 Kelurahan;
- e) Kecamatan Mamajang menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.200.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp1.177.517.038,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp41.268.810,00 di 12 Kelurahan;
- f) Kecamatan Manggala menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp300.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp296.650.700,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp13.218.000,00 di tiga Kelurahan;
- g) Kecamatan Mariso menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp900.000.000,00 dan direalisasikan Belanja modal sebesar Rp866.803.770,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp29.437.850,00 di sembilan kelurahan;
- h) Kecamatan Panakkukang menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.100.000.000,00 dan direalisasikan Belanja modal sebesar Rp1.075.447.172,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp36.284.909,00 di sebelas kelurahan;
- i) Kecamatan Rappocini menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.100.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp1.074.885.857,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp42.333.409,00 di sebelas kelurahan;
- j) Kecamatan Tallo menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.500.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp1.187.374.774,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp50.631.110,00 di 12 kelurahan
- k) Kecamatan Tamalanrea menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp800.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp791.377.153,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp29.588.409,00 di delapan kelurahan;
- l) Kecamatan Tamalate menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.100.000.000,00 dan direalisasikan Belanja modal sebesar Rp1.098.136.516,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp37.390.000,00 di sebelas kelurahan;
- m) Kecamatan Ujung Pandang menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp1.000.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp947.190.105,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp36.480.968,00 di sepuluh kelurahan;
- n) Kecamatan Ujung Tanah menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp900.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp885.747.000,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp31.699.000,00 di sembilan kelurahan;
- o) Kecamatan Wajo menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp800.000.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp487.128.910,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp17.489.999,00 di delapan kelurahan; dan p) Dinas Pendidikan menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp5.194.509.000,00 dan direalisasikan Belanja Modal sebesar Rp1.231.780.000,00. Dari realisasi tersebut terdapat peralatan dan mesin sebesar Rp111.246.000,00.
Terkait pengadaan peralatan dan mesin menggunakan akun Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Pemerintah Kota Makassar telah mencatat pada aset tetap – peralatan dan mesin di Neraca sehingga hanya berdampak pada penyajian belanja dalam LRA. Dampak pada LRA adalah realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan disajikan lebih tinggi sedangkan realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin disajikan lebih rendah masing-masing sebesar Rp667.275.054,00.













