Newstv.id – Banda Aceh – Para Ketua-ketua BPC HIPMI terkejut dan sangat menyesalkan keputusan sepihak dari BPP HIPMI yang menetapkan karateker untuk posisi Ketua Umum BPD HIPMI Aceh. Langkah ini adalah bentuk kemunduran demokrasi dan mencederai semangat independensi organisasi.
Kami menduga kuat bahwa keputusan ini diambil untuk meloloskan salah satu calon Ketua Umum, dengan mengabaikan proses dan tahapan Musda yang masih berlangsung secara sah, hal menjadi kemunduran bagi organisasi ini dengan sikap yang tidak ditunjukkan oleh BPP HIPMI
Penunjukan karateker ini jelas merupakan tindakan sewenang-wenang yang tidak memiliki dasar konstitusional. Ini adalah bentuk intervensi yang melukai kemandirian organisasi serta merusak tatanan harmonis yang selama ini telah dijaga oleh Tum Gidong selaku Ketum BPD HIPMI Aceh.
Selama ini, Tum Gidong telah mengedepankan semangat demokrasi dengan mengakomodir seluruh kepentingan BPC, yang terbukti dengan hadirnya dua calon dalam kontestasi Musda. Ini mencerminkan upaya menjaga netralitas dan keterbukaan dalam proses regenerasi kepemimpinan. Jangan jadikan Tum Gidong sebagai tumbal politik demi kepentingan salah satu calon!
HIPMI Aceh selama ini dikenal sebagai organisasi yang humanis dan melahirkan pengusaha-pengusaha daerah yang hebat. Kebijakan BPP HIPMI ini berpotensi besar mencoreng citra organisasi, tidak hanya di internal HIPMI, tetapi juga di mata masyarakat dan dunia usaha.
Kami menolak keras segala bentuk keputusan yang diambil tanpa musyawarah dan tanpa mempertimbangkan keharmonisan hubungan antara BPC dan BPD yang telah terbina selama ini.
Jika penunjukan karateker ini tidak segera dicabut, kami akan menempuh semua langkah yang diperlukan, termasuk memboikot Musda HIPMI Aceh sebagai bentuk penolakan terhadap ketidakadilan ini.
Kami mendesak BPP HIPMI untuk segera meninjau ulang keputusan ini dan kembali ke semangat dasar organisasi: netralitas, independensi, dan integritas













