Galaxy AI Samsung: Dari Fitur Pintar Menjadi Asisten Pribadi di Genggaman Pengguna, Dari Galaxy S24 ke Z Fold7: Evolusi Galaxy AI yang Menjadikan Samsung Pionir Mobile AI
Jakarta – Samsung Electronics terus menegaskan visinya dalam menghadirkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang benar-benar relevan bagi kehidupan sehari-hari. Melalui Galaxy AI, Samsung tidak memposisikan AI sekadar sebagai kumpulan fitur canggih, melainkan sebagai inti dari pengalaman mobile yang menyatu secara alami dengan kebutuhan pengguna.
Bagi Samsung, AI di perangkat mobile harus mampu memahami konteks, kebiasaan, dan ritme kehidupan penggunanya—bertindak sebagai asisten pribadi yang adaptif, intuitif, dan empatik.
“Galaxy AI Samsung adalah wujud komitmen kami untuk memberdayakan pengguna. AI hadir bukan hanya untuk menjalankan perintah, tetapi untuk membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah dan proses kreatif menjadi lebih sederhana,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia. Ia menegaskan bahwa Samsung berkomitmen membentuk masa depan mobile, baik di Indonesia maupun global, dengan menghadirkan AI yang terus berevolusi sejalan dengan kebutuhan pengguna.
Awal Perjalanan Galaxy AI: Solusi Nyata, Bukan Sekadar Inovasi
Perjalanan Galaxy AI Samsung dimulai secara resmi pada awal 2024 melalui peluncuran Galaxy S24 Series. Pada momen tersebut, Samsung menegaskan paradigma baru bahwa AI di smartphone harus memberikan manfaat langsung, bukan sekadar konsep futuristik.
Fitur-fitur seperti Live Translate untuk menerjemahkan percakapan lintas bahasa secara real-time, Transcript Assist untuk merangkum diskusi penting, serta Circle to Search with Google yang mengubah cara pengguna mencari informasi, menjadi bukti pendekatan humanis Galaxy AI. AI tidak lagi terasa kompleks, melainkan hadir sebagai solusi praktis yang “memahami” kebutuhan pengguna.
Pendekatan inilah yang kemudian menjadi DNA dalam pengembangan Galaxy AI di generasi berikutnya.
Evolusi Galaxy AI di Lini Flagship Samsung
Samsung terus menyempurnakan Galaxy AI secara bertahap, menyesuaikan karakter dan keunikan setiap lini perangkat flagship.
Pada Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6, Galaxy AI dioptimalkan untuk pengalaman layar besar dan fleksibel. Fitur Live Interpreter Dual Screen memanfaatkan dua layar untuk percakapan lintas bahasa yang lebih natural, sementara Generative Edit dan Sketch to Image membuka ruang eksplorasi kreatif berbasis visual yang intuitif—selaras dengan karakter perangkat foldable Samsung.
Evolusi signifikan hadir pada Galaxy S25 Series, yang diperkenalkan sebagai “The True AI Companion”. Di seri ini, Galaxy AI menunjukkan kemampuan pemahaman multimodal, mengolah teks, suara, dan visual secara bersamaan. Fitur seperti Now Brief, yang menyajikan ringkasan informasi cerdas, serta Audio Eraser untuk menyaring kebisingan pada rekaman, mencerminkan AI yang semakin personal dan proaktif. Integrasi yang lebih dalam dengan Google Gemini turut memperluas kapabilitas asisten AI ini.
Puncak evolusi terbaru terlihat pada Galaxy Z Fold7 dan Flip7, di mana Galaxy AI semakin menyatu dengan AI-Optimized FlexWindow. AI kini mampu memberikan rekomendasi tata letak multitasking dan menyajikan informasi relevan secara kontekstual—bahkan sebelum pengguna menyadarinya.
Lebih dari 400 Juta Pengguna, Validasi Global Galaxy AI
Komitmen berkelanjutan Samsung dalam mengembangkan Galaxy AI mendapat respons positif dari pengguna di seluruh dunia. Hingga 2025, tercatat lebih dari 400 juta pengguna Samsung secara global telah aktif menggunakan Galaxy AI.
Angka ini menjadi bukti bahwa integrasi AI yang relevan dan natural bukan hanya inovasi teknologi, melainkan solusi nyata yang meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kenyamanan pengguna dalam keseharian.
Menuju Masa Depan Mobile yang Lebih Manusiawi
Bagi Samsung, pencapaian ini bukanlah titik akhir. Galaxy AI akan terus dikembangkan pada setiap generasi perangkat flagship berikutnya, dengan fokus pada pengalaman yang semakin personal, kontekstual, dan empatik.
Visi Samsung jelas: memastikan teknologi tidak menjadi sesuatu yang berjarak, melainkan selalu hadir selaras dengan kehidupan penggunanya. Dengan Galaxy AI, masa depan mobile yang cerdas dan manusiawi bukan lagi wacana—melainkan realitas yang sudah ada di genggaman.


