Deklarasi Aliansi Wartawan Aceh Timur: Pers Bersatu Kawal Rehab Rekon Pascabencana Banjir

Deklarasi Aliansi Wartawan Aceh Timur: Pers Bersatu Kawal Rehab Rekon Pascabencana Banjir | NEWS TV Indonesia
Deklarasi Aliansi Wartawan Aceh Timur: Pers Bersatu Kawal Rehab Rekon Pascabencana Banjir | NEWS TV Indonesia

Aceh Timur – Puluhan organisasi wartawan di Kabupaten Aceh Timur secara resmi mendeklarasikan pembentukan Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengawal dan memantau proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.

Deklarasi tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, dan dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi pers, baik lokal maupun nasional.

Pembentukan aliansi ini dilatarbelakangi oleh besarnya anggaran serta kompleksitas program rehab rekon pascabencana, yang membutuhkan pengawasan publik secara berkelanjutan agar seluruh bantuan dan pembangunan benar-benar tepat sasaran serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

Kawal Rehab Rekon

Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon, Masri, menyatakan bahwa kehadiran aliansi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam situasi pemulihan pascabencana yang rawan terhadap penyimpangan dan ketidaktepatan pelaksanaan program.

“Aliansi ini dibentuk untuk memastikan bahwa seluruh proses rehab rekon berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga terdampak dan pembangunan infrastruktur dilakukan sesuai spesifikasi,” ujar Masri dalam keterangannya.

Masri menjelaskan, banjir yang melanda Aceh Timur telah menimbulkan dampak signifikan, baik terhadap pemukiman warga, fasilitas umum, sarana pendidikan, hingga infrastruktur jalan dan jembatan. Oleh karena itu, proses pemulihan tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga ketepatan dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Menurutnya, peran pers sangat penting untuk mengawal setiap tahapan rehab rekon, mulai dari pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, pelaksanaan proyek fisik, hingga hasil akhir pembangunan. Dengan pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta, pers diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami akan terus memantau dan melaporkan perkembangan rehab rekon di lapangan. Setiap temuan, baik yang positif maupun yang perlu dikritisi, akan kami sampaikan kepada publik secara profesional dan beretika,” tambah Masri.

Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon terdiri dari ratusan wartawan yang tergabung dalam puluhan organisasi pers, mulai dari organisasi wartawan lokal Aceh Timur hingga organisasi pers tingkat nasional. Keberagaman latar belakang organisasi ini dinilai sebagai kekuatan utama dalam memperluas jangkauan pemantauan dan pemberitaan di wilayah terdampak bencana.

Selain melakukan pemantauan lapangan, aliansi ini juga berencana menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta lembaga pelaksana rehab rekon. Tujuannya adalah untuk memastikan keterbukaan informasi publik serta meminimalkan kesalahpahaman yang dapat menghambat proses pemulihan.

Aliansi Wartawan Aceh Timur

Masri menegaskan bahwa aliansi ini tidak bertujuan untuk mencari kesalahan semata, melainkan mendorong perbaikan dan percepatan pemulihan daerah terdampak banjir. Dengan pengawasan yang konstruktif, diharapkan program rehab rekon dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Pers bukan lawan pemerintah. Kami adalah mitra kritis yang ingin memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam deklarasi tersebut, Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi, untuk bersama-sama mengawal proses pemulihan pascabencana. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pembangunan kembali Aceh Timur dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

“Rehab rekon bukan hanya tentang membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Masri.

Aliansi ini berkomitmen untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap aktivitas peliputan dan pemberitaan. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan diverifikasi secara cermat agar tidak menimbulkan disinformasi atau keresahan di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Masri mengajak semua pihak untuk mendukung langkah aliansi ini sebagai upaya bersama membangun Aceh Timur pascabencana menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Mari kita kawal rehab rekon untuk daerah terdampak bencana yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *