BERITA  

Dugaan Insiden di Tambang Emas Ilegal Perbatasan Tapsel Madina: Sekdes Pintu Padang Jae IJP Bungkam saat Dikonfirmasi

Dugaan Insiden di Tambang Emas Ilegal Perbatasan Tapsel Madina: Sekdes Pintu Padang Jae IJP Bungkam saat Dikonfirmasi | Newstv Indonesia
Dugaan Insiden di Tambang Emas Ilegal Perbatasan Tapsel Madina: Sekdes Pintu Padang Jae IJP Bungkam saat Dikonfirmasi | Newstv Indonesia

 

MadinaNewstv.id

Sebuah insiden fatal kembali mencoreng aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Panabari, wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

 

Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di area tambang ilegal tersebut.

 

Berdasarkan keterangan keluarga korban, pekerja yang tenggara tertimpa musibah tersebut diduga beroperasi di bawah naungan kegiatan tambang milik saudara Anak kandung kepala desa aktif desa pintu Padang jae (IJP).

 

Tim Media Liputan9.com bersama gabungan insan pers dan tim lapangan telah berupaya melakukan upaya klarifikasi serta konfirmasi resmi kepada Saudara IJP untuk memastikan keberimbangan informasi

 

Surat konfirmasi tersebut dilayangkan guna mempertanyakan sejumlah hal krusial, di antaranya,

 

Status Keanggotaan Pekerja, Kebenaran informasi terkait status korban sebagai pekerja di bawah aktivitas tambang milik IJP.

 

Kronologi & Lokasi Kejadian: Detail waktu, titik koordinat, serta kronologi runtuhnya material longsor yang merenggut nyawa korban.

 

Penanganan Pasca-Insiden: Proses evakuasi korban dari tumpukan material longsor, armada transportasi yang digunakan saat evakuasi, hingga rumah sakit rujukan tempat korban dilarikan.

 

Pelaporan Hukum

 

Langkah pelaporan resmi kepada pihak kepolisian atau instansi berwenang setempat.

 

Status Jabatan Publik mengenai status IJP yang diduga masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, serta dugaan hubungan kekeluargaan di mana orang tua kandungnya menjabat sebagai Kepala Desa aktif di desa yang sama.

 

Namun, hingga batas waktu konfirmasi 1 \times 24 jam yang telah diberikan oleh pihak media berakhir, Saudara IJP memilih untuk bungkam dan tidak memberikan tanggapan maupun jawaban atas deretan pertanyaan resmi tersebut.

 

Sikap tertutup ini semakin memperkuat spekulasi publik terkait lemahnya pengawasan serta dugaan keterlibatan aparat desa dalam aktivitas PETI berisiko tinggi di wilayah perbatasan Madina-Tapsel.

 

Pihak media dan tim gabungan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan memproses dugaan pelanggaran hukum PETI serta mengusut tuntas penyebab tewasnya pekerja di kawasan tersebut.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *