TERNATE – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami penurunan di Kota Ternate, Maluku Utara, sejak Rabu (1/11/2023). Penyesuaian harga ini telah mempengaruhi konsumen, dengan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite mengalami penurunan.
Di SPBU Batu Anteru, Ternate Tengah, harga Pertamax turun menjadi Rp14.000 per liter, sementara Dexlite menjadi Rp17.300 per liter, dari harga sebelumnya masing-masing Rp14.300 dan Rp17.550 per liter, Kamis (2/11/2023).
Harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap berada pada Rp10.000 per liter dan berlaku di seluruh area SPBU di Maluku Utara.
Menurut akademisi dari Universitas Khairun, Yetti, penurunan harga BBM nonsubsidi memiliki dampak positif pada perpindahan pola konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke nonsubsidi. Perbedaan harga yang semakin kecil antara keduanya mendorong masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.
“Dengan semakin kecilnya perbedaan harga BBM subsidi dan nonsubsidi, terjadi perpindahan konsumsi masyarakat dari Pertalite ke Pertamax,” kata Yetti.
Ia juga berharap bahwa berkurangnya konsumsi Pertalite akan mengurangi beban negara dalam subsidi BBM. Meskipun harga BBM nonsubsidi turun, hal ini tidak memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat, dan belum menjamin bahwa tidak akan ada gejolak harga di akhir tahun 2023.
Penyesuaian harga BBM ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri ESDM nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang menggantikan Keputusan Menteri sebelumnya tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan harga BBM tetap kompetitif dan berdampak positif pada konsumsi masyarakat.
Artikel Harga BBM Nonsubsidi Turun di Ternate pertama kali tampil pada Harian Daerah.













