Makassar, 16 Oktober 2024 — Kegiatan pendidikan non-formal “Sikola Pojok” yang diinisiasi oleh Pustaka Adikarya memasuki hari kedua dengan tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Awan mendung tebal dan hujan deras yang diprediksi turun pada sore hari menyebabkan penurunan jumlah peserta secara signifikan. Dari 21 anak yang hadir pada hari pertama, hanya 14 anak yang mengikuti kegiatan pada hari kedua.
Direktur Pustaka Adikarya, Alfian Adisaputra, tetap menyikapi kondisi ini dengan optimisme. Ia menegaskan bahwa meskipun cuaca buruk mempengaruhi kehadiran peserta, kegiatan ini tetap memiliki dampak positif bagi anak-anak yang hadir. “Kami memahami bahwa cuaca menjadi faktor utama yang menyebabkan beberapa anak tidak dapat berpartisipasi hari ini. Namun, kami yakin bahwa kegiatan ini tetap memberikan manfaat yang besar bagi peserta yang hadir, dan kami optimis jumlah peserta akan kembali meningkat pada hari-hari berikutnya,” ujar Alfian.


Sikola Pojok merupakan inisiatif pendidikan non-formal yang bertujuan untuk memberikan literasi, keterampilan hidup, pendidikan lingkungan, dan literasi digital kepada anak-anak di kawasan pinggiran kota Makassar. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan praktis anak-anak yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan formal.
Meskipun cuaca pada hari kedua kurang kondusif, Alfian menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia berharap bahwa minat anak-anak untuk berpartisipasi akan kembali meningkat seiring dengan perbaikan cuaca, dan bahwa kegiatan ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan literasi serta keterampilan hidup mereka.
“Kami tetap berharap bahwa meskipun ada penurunan peserta hari ini, ke depannya kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak anak-anak dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi literasi serta keterampilan hidup mereka,” tambahnya. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2024, dengan berbagai sesi interaktif yang dirancang untuk merangsang kreativitas dan keterampilan anak-anak.
Salah satu media yang meliput kegiatan tersebut turut memberikan pandangannya, “Setelah meliput secara langsung kegiatan Pustaka Adikarya, kami melihat bahwa program ini sangat positif. Kami berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian lebih, mungkin melalui penyediaan fasilitas atau dukungan pendidikan bagi anak-anak yang berpartisipasi, maupun bagi anak-anak sekitar yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih layak.”
Sikola Pojok diharapkan menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan akses pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang kurang diperhatikan, serta menjadi model pembelajaran non-formal yang bisa direplikasi di berbagai tempat lain di masa mendatang.
(Andi Mawang Batara Soli)













