Hindari Ancaman Deportasi, Pelajar Imigran di Minneapolis Jalani PJJ

blank
Hindari Ancaman Deportasi, Pelajar Imigran di Minneapolis Jalani PJJ

Koranindopos.com, AMERIKA SERIKAT– Pelajar dan mahasiswa imigran di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Itu mereka lakukan untuk menghindari ancaman deportasi massal efek dari kebijakan Presiden Donald Trump.

Dilansir dari CNN, mereka mengikuti PJJ dari sebuah unit apartemen yang disulap menjadi ruang kelas sederhana. Mereka bersembunyi dari kejaran petugas imigrasi dan bea cukai (ICE). Sejumlah pelajar bahkan sudah melakukan PJJ selama beberapa minggu terakhir, seperti Esmeralda, Kevin, dan Carlos. ”Jika saya keluar, itu hanya di luar di lorong,” kata Kevin, 12.

Esmeralda, 14, menimpali. Menurut dia aktivitas mereka hanya di ruang kelas. ”Kelas lagi dan lagi. Kemudian kami makan siang dan kami tetap di sini di depan komputer untuk sementara waktu, mengerjakan lebih banyak pekerjaan dan pekerjaan rumah,” kata Esmeralda.

Mereka mengakui meja makan mereka menjadi ruangan kelas dan rumah sebagai bunker. Bagi mereka rutinitas tersebut sebagai hal aneh, menegangkan, dan membosankan. ”Kami bisa bertemu, tetapi kami tidak benar-benar bersama. Tidak sama rasanya bertemu langsung dan melakukan panggilan video,” kata Kevin, menimpali.

PJJ kembali diterapkan untuk pertama kalinya di Minneapolis sejak pandemi Covid-19 berakhir untuk masyarakat imigran. Namun PJJ kembali berlaku sejak Presiden Donald Trump menerapkan kebijakan deportasi massal kepada imigran.

Ibunda Kevin, Abril, juga memutuskan tak ada satu pun anak-anaknya yang akan meninggalkan rumah, sejak sekolah menengah tempat Esmeralda belajar digerebek ICE sebulan lalu. Keluarga mereka merupakan imigran asal Meksiko. Merea datang satu setengah tahun lalu untuk mencari suaka. Saat ini mereka masih menunggu keputusan hukum. ”Mereka bertanya mengapa ini terjadi atau mengapa, jika kami tidak melakukan kesalahan apa pun, kami bersembunyi, dan berapa lama ini akan berlangsung,” kata Rigoberto, ayah dari Esmeralda, Kevin, dan Carlos. (cnn/mmr)