PASANGKAYU, NEWETV.ID – Warga Dusun Kapaha, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di hari Jumat (2/12/2022) kemarin, kembali dikejutkan dengan adanya liquid asing (limbah sawit) yang diduga merembes masuk ke Sungai Majene.
Mereka cukup gerih, karena sungai tersebut adalah tumpuan utama masyarakat Kapaha untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.
Atas kejadian yang mengarah ke problem pencemaran lingkungan ini, saat ditemui sumber pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasangkayu menyebutkan, bahwa benar telah terjadi kebocoran atau jebol pada kolam penampungan limbah PT Palma Sumber Lestari (PT PSL) dan itu mengalir ke Sungai Majene.
“Kami telah meninjau lokasi kejadian, akibat dari inseden jebolnya kolam penampungan limbah PT PSL, dan kita sudah meminta ke pihak perusahaan sawit tersebut agar kiranya memperbaiki kolam serta membersihkan sungai, atau menetralisir air sungai yang terkena rembesan limbah ini,”kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu, sumber juga menyampaikan, terkait dengan dokumen ijin-ijin lingkungan PT PSL, semua dilakukan oleh pihak DLH Provinsi Sulbar, DLH Pasangkayu hanya mengawasi saja.
“Saat ini, PT PSL masih tahap uji coba dari pihak penyedia pabrikasi, dan itu akan berlansung selama setahun, artinya belum dalam taraf operasional seutuhnya,” ungkapnya.
Lanjut sumber, pihak DLH Pasangkayu, kalau mau tahu lebih detailnya, langsung saja ketemu dengan pihak PT PSL kenapa bisa jebol tempat penampungan limbahnya.
“Ketemu saja dengan pihak PT PSL, dan tanyakan apa penyebabnya,” ucap sumber yang tidak mau terbuka terkait jebolnya kolam limpah.
Disisi lain, atas insiden jebolnnya kolam penampungan limbah PT PSL, warga petambak di Desa Kasano yang dikonfirmasi melalui via WhatsApp, menyampaikan, kami sementara melakukan pembenahan tambak, tapi setelah melihat ada limbah yang mencemari sungai Majene, kami jadi was-was lagi.
“Kami petambak kembali was-was, karena sungai Majene menjadi sumber air tambak dan itu sudah tercemari limbah kelapa sawit pak,” singkatnya, Selasa (6/12/2022).













