Cianjur – Program Makanan Bergizi (MBG) kembali menunjukkan wajah buruknya.
Alih-alih menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah, MBG di SDN Sinar Alam, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, justru diduga menyajikan ayam berbau bangkai kepada siswa sekolah dasar pada Senin, 26 Januari 2026.

Menu ayam yang disalurkan mengeluarkan bau menyengat dan tidak wajar, kondisi yang secara kasat indera jelas tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi. Ironisnya, makanan dengan kondisi tersebut tetap dibagikan ke lingkungan sekolah, seolah keselamatan siswa bukan prioritas.
Situasi ini mencapai titik memalukan ketika salah satu wali kelas secara terbuka menolak mengonsumsi menu MBG, karena dinilai berbahaya dan tidak pantas dimakan anak-anak.
“Ayamnya bau bangkai. Ini bukan makanan, ini ancaman,” tegas guru tersebut.

Jika seorang pendidik yang bertanggung jawab atas muridnya saja tidak berani menyentuh makanan itu, maka pertanyaannya sederhana namun mengerikan: siapa yang bertanggung jawab ketika makanan tersebut hampir dikonsumsi siswa?
Peristiwa ini membuka dugaan gagal totalnya sistem pengawasan Program Makanan Bergizi, mulai dari dapur penyedia, proses pengolahan, hingga distribusi. Tidak masuk akal jika makanan dengan bau busuk masih bisa lolos kontrol dan dikirim ke sekolah, kecuali pengawasan hanya formalitas di atas kertas.
Lebih memprihatinkan, program ini menggunakan anggaran negara dan mengatasnamakan kepentingan gizi anak.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kelalaian yang berpotensi membahayakan kesehatan bahkan nyawa siswa. Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan cermin buruk tata kelola program publik.
Hingga kini, tidak ada klarifikasi resmi dari penyedia MBG maupun instansi terkait. Sikap diam ini memperkuat kesan bahwa keselamatan siswa dianggap sepele, dan kejadian tersebut diperlakukan sebagai insiden biasa, bukan peringatan serius.
Masyarakat, wali murid, dan pihak sekolah mendesak penghentian sementara distribusi MBG di lokasi tersebut, serta audit total terhadap penyedia dan pengawas program. Tanpa langkah tegas, MBG berpotensi berubah dari program bergizi menjadi bom waktu bagi kesehatan anak-anak sekolah. Team jabar













