Bandung Barat – Kesabaran warga Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kian menipis. Jalan rusak di wilayah RW 06 dan RW 07 yang sejak lama dikeluhkan hingga kini belum juga mendapat penanganan serius dari pihak berwenang. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: di mana keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya? Minggu 1/02/2026

Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut itu bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Di tengah cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir, jalan berlubang, tergenang air, dan licin menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan. Ironisnya, keluhan yang sudah berulang kali disampaikan warga seolah tak pernah benar-benar didengar.
Alih-alih mendapatkan solusi konkret, warga justru kembali dihadapkan pada ketidakpastian. Janji penanganan yang pernah disampaikan tidak kunjung terealisasi. Warga pun mempertanyakan komitmen Pemerintah Desa Selacau, Pemerintah Kecamatan Batujajar, hingga Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Kekecewaan warga akhirnya memuncak. Masyarakat RW 06 dan RW 07 terpaksa turun tangan sendiri dengan menggelar kegiatan kerja bakti (korpe) untuk menambal dan meratakan jalan yang rusak. Langkah ini bukan karena warga tidak percaya pada pemerintah, melainkan karena mereka tidak memiliki pilihan lain demi menjaga keselamatan bersama.
“Kami sudah lelah menunggu. Kalau memang tidak ada kepastian, katakan dengan jujur. Jangan biarkan warga terus berspekulasi dan mempertaruhkan keselamatan di jalan rusak ini,” ujar salah satu warga dengan nada kesal kepada awak media.
Warga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat. Setiap hari jalan itu dilalui oleh anak sekolah, pekerja, hingga pedagang. Membiarkan kondisi ini sama artinya dengan membiarkan risiko kecelakaan terus mengintai warga.
Masyarakat Desa Selacau secara tegas mendesak Pemerintah Desa Selacau, Pemerintah Kecamatan Batujajar, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera turun langsung ke lapangan dan merealisasikan perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam sementara yang hanya bertahan sesaat.
Warga menilai, kerja bakti yang mereka lakukan seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Ketika rakyat harus memperbaiki infrastruktur publik dengan biaya dan tenaga sendiri, maka patut dipertanyakan sejauh mana fungsi pemerintah benar-benar berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian resmi mengenai waktu pelaksanaan perbaikan jalan tersebut. Warga Desa Selacau RW 06 dan RW 07 menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi ini hingga pemerintah benar-benar hadir dan bertanggung jawab.
Masyarakat tidak menuntut kemewahan, mereka hanya meminta hak dasar: jalan yang layak dan aman. ( Team jabar )

