Newstv.id, Magelang – Anggota kepolisian dari Polsek Muntilan, Polresta Magelang kembali berkantor di desa atau karib disebut Ngantor Ning Ddeso pada Rabu (18/2/2026) dari pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Berkantor di desa kali ini pihak Polsek Muntilan membuka gerai di halaman Balai Desa Keji, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Selama berkantor di desa Rabu pagi tersebut, gerai Polri melayani masyarakat ini diawaki delapan anggota Polsek Muntilan dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Muntilan, Iptu Zaenal dan anggota yakni Aiptu Muslih (Pawas), Aiptu Furqon Ardani, Aiptu Irfan (Bhabinkamtibmas) Desa Keji, Aiptu Aris, Brigpol Taufik dan Brigpol Inggil Waseso.
Sementara itu, Ibu Falupi (54), warga Congkrang yang datang ke gerai Polsek Muntilan berkantor di desa mengaku terbantu dengan adanya polisi berkantor langsung di desa. Pasalnya, ia tidak perlu datang jauh-jauh ke Polsek Muntilan minta pelayanan.
Ibu Falupi mengatakan, dirinya datang ke gerai Polsek Muntilan di Desa Keji Rabu pagi itu untuk menyampaikan laporan kehilangan STNK kendaraan miliknya. Sekaligus minta surat keterangan laporan kehilangan.
“Baru kali ini saya tahu kalau ada polisi berkantor di desa. Sebagai orang tua, sebagai ibu rumah tangga yang tidak paham berurusan dengan polisi, tentu saya sangat senang karena saat ada keperluan ke kantor polisi, justru polisi yang datang ke desa kami. Tentu ini saya manfaatkan untuk membuat laporan kehilangan,” kata Ibu Falupi, seorang ibu rumah tangga biasa dari Congkrang.
Ibu Falupi mengaku gembira karena usai mendapat surya laporan kehilangan di gerai Polsek Ngantor Ning Ndeso tersebut, ia juga mendapat bonus minyak goreng kemasan botol dari petugas.
“Wah, senang sekali sudah dilayani dengan baik dan humanis saya juga dikasih minyak goreng,” sebutnya.
“Senang sekali. Dapat minyak goreng lagi. Wah tinggal tempenya. Terima kasih pak polisi ya. Terima kasih minyak gorengnya, tinggal tempenya,” celutuh Ibu Falupi.
Seperti diketahui, program Polsek Muntilan berkantor di desa – desa sudah lama berlangsung. Berkantor di desa yang diprakarsai oleh Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir, SH, MH ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Sementara itu, tentang keberadaan Polsek Muntilan selama dinahkodai oleh AKP Abdul Muthohir diapresiasi banyak tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh pers. Salah satu tokoh pers nasional, H. Gusti Rusdi Efendi saat berkunjung ke Candi Borobudur baru-baru ini mengaku baru kali ini mendengar polisi turun langsung berkantor di desa.
“Selama 36 tahun saya berkecimpung di dunia wartawan baru kali ini saya dengar ada polisi turun ke desa berkantor di sana. Bahkan digilir dari desa ke desa. Program yang sangat populer dan perlu diapresiasi oleh Kapolri dan Kapolda, karena misi berkantor di desa sejalan dengan slogan Polri untuk masyarakat,” kata eks Ketua Umum PWI due periode.
Hal serupa yang diungkapkan oleh Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia, Supriyono. Tokoh pers satu ini juga mengatakan bahwa melalui IWOI akan menyampaikan ke Mabes Polri mengenai program Polsek Muntilan Ngantor Ning Ndeso ini.
Supriyono mengetahui program ini dari berbagai berita yang dibaca di media massa online. Apalagi Polsek Muntilan tidak hanya berkantor di desa. Tetapi program lain yang menarik diikuti adalah patroli polisi peduli yang disertai dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang tidak mampu. Termasuk program safari Jumat dan pembentukan forum ta’mir masjid. (HMI)







