Prajurit dan PNS Korem 072/Pamungkas Ikuti Sosialisasi Penyakit Jantung

Prajurit dan PNS Korem 072/Pamungkas Ikuti Sosialisasi Penyakit Jantung | NEWS TV
Prajurit dan PNS Korem 072/Pamungkas Ikuti Sosialisasi Penyakit Jantung | NEWS TV

Newstv.id, Yogyakarta – Guna meningkatkan kesadaran ikhwal pencegahan, gejala, dan deteksi dini penyakit jantung Denkesyah 04.04.02 Yogyakarta mengadakan sosialisasi sekaligus mengedukasi gaya hidup sehat Prajurit TNI dan PNS Korem 072/Pamungkas.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Sugiono Makorem 072/Pamungkas, Senin (16/3/2026).

Dandenma Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Rizki Sudarmanto mengakui bahwa penyakit jantung dapat penyebab kematian dan saat ini menjadi kematian tertinggi setelah stroke.

“Kepada Prajurit dan PNS Korem 072/Pamungkas ikuti sosialisasi ini dengan baik dan perhatikan apa yang disampaikan oleh pemateri. Apabila ada yang ingin ditanyakan tentang pencegahan atau penangan penyakit jantung silahkan ditanyakan kepada pemateri,” harap Dandenma.

Sosialisasi ini dr. Christina Shelly Budi Suharto, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS. Dr. Soetarto menyampaikan tentang fungsi Jantung, bagaimana mendiagnosis dan mencegah penyakit jantung.

Dijelaskannya bahwa penyakit jantung adalah penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah yang diikuti oleh penebalan dan kekakuan pembuluh tersebut.

“Gejala serangan jantung adalah nyeri dada khas >10 menit, lokasi di belakang tulang dada, dada sebelah kiri, seperti ditekan/ditindih benda berat, dibakar, diremas, ditusuk, diiris, tercekik, penjalaran melalui leher, rahang bawah, bahu, punggung, pergelangan sampai jari-jari dan ulu hati,” ujarnya.

“Faktor resiko penyakit jantung dapat disebabkan karena beberapa hal seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, merokok, jarang olahraga, obesitas, riwayat keluarga, menopause, makan-makanan berlemak,” tambahnya.

Dijelaskan juga tentang pengertian gagal jantung. Bahwa gagal jantung atau heart failure juga dikenal dengan gagal jantung kongestif. Kondisi tersebut bukan berarti jantung benar-benar berhenti berfungsi, melainkan jantung tidak dapat berfungsi dengan baik.

Gejala untuk gagal jantung diantaranya sesak nafas, mudah lelah, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Gejala ini dapat berkembang secara bertahap atau muncul secara tiba-tiba.

Adapun pencegahan dengan deteksi dini, karena penyakit jantung tidak mengenal usia dan jenis kelamin, penyakit jantung dapat menyebabkan kematian mendadak. Disarankan untuk usia diatas 40 tahun chek up jantung setahun sekali.

“Jika sudah terindikasi terkena penyakit jantung terus melakukan pengobatan yang rutin. Rubah gaya hidup sangat diperlukan seperti rutin berolahraga, berhenti merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung sayur-sayuran serta menghindari hal-hal yang menyebabkan penyakit jantung”, jelasnya.

“Marilah kita menjaga kesehatan kita baik dari dalam maupun dari luar, karena kesehatan sangatlah penting untuk menunjang tugas pokok dalam pencapaian kerja yang optimal,” tutup dr. Christina Shelly Budi Suharto. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *