Newstv SULSEL – Ratusan Pendemonstrasi dari Lembaga Adat Kerajaan Gowa (LAKG) dan Komunitas Adat yang ada di Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar, yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulsel, Rabu (10/5/2023).

Terlihat dari pantauan iNewsGowa, ratusan massa (Pendemonstrasi) tersebut, datang dari arah jalan pengayoman menggunakan mobil komando dan sebagian orang saling berboncengan menggunakan sepeda motor mendatangi BPN Makassar guna menggelar Aksi Unjuk Rasa (Unras).

Setiba di kantor ATR BPN Makassar, Massa Aksi Unjuk Rasa membentangkan spanduk yang bertuliskan BPN Kota Makassar Harus Responsif Terhadap Pengaduan Masyarakat.

Koordinator Aksi, diatas mimbar, Maslim dalam orasinya meminta agar pihak ATR BPN kota Makassar, menerbitkan Surat Ukur tanah milik Andi Idris Karaeng Buang, yang terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel.

Lanjut maslim dalam orasinya menduga di kubu ATR BPN Makassar ada Oknum Mafia Tanah, maka dari itu ia mendesak pihak ATR BPN Makassar untuk segera didaftarkan hak atas nama Andi Idris Karaeng Bunga yang telah dimohonkan sebelumnya dan meminta pihak dari ATR BPN Makassar segera menerbitkan surat ukur yang sebelumnya sudah diukur dan dilakukan sendiri oleh pihak bagian seksi pengukuran ATR BPN Makassar.

Seiring berjalannya Aksi Unras, bagai gayung bersambut, perwakikan ATR BPN Makassar, Alif Raja selaku Kepala Seksi Penetapan Hak menemui Pendemo para peserta Aksi Unras.

“Kami mengapresiasi kedatangan teman-teman, karena Demonstrasi itu bagian dari Demokrasi,” sambutnya.

“Jika ada kesalahan atau kekeliruan, silahkan teman-teman menggugat secara Perdata ataupun Pidana dan segera laporkan jika ada ditemukan oknum mafia tanah dari pihak kami,” jelas Alif Raja.

Tempat yang sama, Jenderal Lapangan, Irfan Haris menegaskan jika apa yang jadi tuntutan dalam pernyataan sikap tidak terpenuhi, pihaknya akan melakukan aksi unras kembali dengan estimasi massa yang lebih banyak lagi.

“Jika apa yang menjadi tuntutan dalam aksi protes kami terhadap BPN Makassar tidak terpenuhi, maka kami akan melakukan kembali aksi unjuk rasa esok hari dengan estimasi massa yang lebih banyak lagi,” tegas Irfan, disesi wawancara.


Atas aksi damai yang dilakukan Ratusan Pendemonstrasi dari Lembaga Adat Kerajaan Gowa (LAKG) dan Komunitas Adat yang ada di Sulawesi Selatan ketua DPW MIO SULSEL dan Redaktur Daerah Newstv SULSEL haji Andi Syafri Karaeng Djarung Bersama

Pihak kepolisian yang bertugas mengamankan jalan demonstrasi sangat berterima kasih kepada Ratusan Pendemonstrasi dari Lembaga Adat Kerajaan Gowa (LAKG) dan Komunitas Adat yang ada di Sulawesi Krn aksi damai yang dilakukan betul betul penuh rasa kekeluargaan dan Aksi unjuk rasa berlangsung kurang lebih dari 2 jam terlihat para Demonstrasi membubarkan diri secara tertib tegasnya













