Satpol PP Sleman Kecolongan?, Sebuah Spanduk Melintang di Tengah Jalan

Newstv.id, Sleman – Sebuah spanduk yang melintang di Jalan Raya Kaliurang tepatnya depan Pondok Permai Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi perhatian warga yang melintas di jalan itu. 

Bagaimana tidak, spanduk yang diduga milik Atlanta Electronics Yogyakarta itu berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tali spanduk mendadak putus atau lepas dari ikatan. Yang lebih mengkhawatirkan tapi pengikat spanduk tersebut mulai ada yang kendor. 

Erik (57), yang saat itu melintas di jalan tersebut mengaku khawatir atas keberadaan spanduk yang melintang di tengah jalan. Karena pemasangan spanduk yang demikian sangat membahayakan bagi orang lain. Selain itu, mengganggu estetika dan kurang tepat karena diikat di tiang telekom.

“Setahu saya, spanduk melintang di tengah jalan itu tidak boleh. Termasuk di ikat di tiang listrik, tiang lampu rambu lalu lintas, tiang telkom atau pohon. Terutama yang melintang itu karena bahaya kalau sampai lepas dan pas ada orang lewat, kan bahaya,” sebut Erik, Kamis (19/2/2026).

Ia mengatakan pihak Satpol PP Pemkab Sleman mestinya peka melihat spanduk-spanduk yang membahayakan di jalan. Terkait keberadaan spanduk diduga milik Atlanta Electronics Yogyakarta itu, disebut oleh Erik jika Satpol PP kecolongan karena keberadaan spanduk terpasang seperti ini sudah berlangsung lama.

“Walaupun spanduk itu berizin, tapi jika berbahaya yang harus diturunkan. Jangan setelah makan korban baru dilepas dan saling menyalahkan,” tegas Erik.

Senada dikatakan oleh Triyanti (48), warga Turi, Sleman yang turut melihat langsung keberadaan spanduk tersebut.

Triyanti berharap pihak Satpol PP Sleman bisa melakukan penertiban. Jika Satpol PP tidak menertibkan, paling tidak instansi lain yang memiliki power dalam penertiban spanduk seperti ini karena sangat membahayakan.

“Saya melihat Satpol PP ini kurang tegas dalam penegakan ketertiban di masyarakat. Spanduk yang begini jangan dibiarkan atau haruskah menunggu ada korban jatuh baru bertindak,” katanya, Kamis sore.

Ia juga menyentil pihak Kalurahan setempat, Kapanewon setempat yang dinilai keberadaannya tidak respon terhadap kondisi wilayah administrasi mereka.

“Kita juga menyayangkan pihak Kalurahan dan Kapanewon setempat. Mana Trantibnya sampai-sampai keberadaan spanduk yang membahayakan lintang di tengah jalan, mereka tidak tahu,” kunci Triyanti. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *