Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID — Gelombang kepedulian masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus mengalir dari berbagai pihak. Pada Sabtu (06/12/2025), AKURAMA Mart, sebuah unit usaha yang berlokasi di Kelurahan Bincar, Kota Padangsidimpuan, bersama UNIFA Computer Sadabuan, kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir 25 November 2025 telah menimbulkan dampak besar, baik berupa kehilangan nyawa, kerusakan infrastruktur, hingga lumpuhnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam situasi tersebut, keterlibatan sektor usaha lokal menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah dan relawan di lapangan.
Dalam aksi sosial kali ini, bantuan disalurkan di dua lokasi utama yang masuk kategori wilayah terdampak menengah hingga berat, yakni: 1. Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, 2. Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru
Di masing-masing lokasi, keluarga besar AKURAMA Mart dan UNIFA Computer menyerahkan 100 paket bantuan, sehingga total terdapat 200 paket yang diterima oleh masyarakat. Paket tersebut berisi sembako, pakaian layak pakai, air mineral, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, dan sejumlah kebutuhan dasar lain yang sangat diperlukan warga di masa pemulihan pascabencana.
Petugas dan relawan lokal turut membantu proses pendistribusian agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang terdampak paling parah, lansia, serta warga yang kehilangan tempat tinggal.
Perwakilan AKURAMA Mart, Makmur, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Akurama Mart terhadap situasi kemanusiaan yang berkembang di kawasan Sumatera. Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam memberikan dukungan, semakin cepat pula proses pemulihan di lapangan.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Kepedulian ini bukan sekadar bentuk bantuan material, tetapi juga wujud empati kami kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit,” ujar Makmur.
Ia menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi kali ini bukan hanya menghantam fisik infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Makmur menyampaikan bahwa AKURAMA Mart akan terus terbuka untuk terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan berikutnya, termasuk kemungkinan penyaluran lanjutan jika kebutuhan warga masih sangat mendesak.
Dukungan serupa disampaikan oleh H. Hasbin Sitompul, S.Sos., dari UNIFA Computer Sadabuan. Ia menilai bahwa bencana yang terjadi melampaui batas administratif wilayah dan secara moral menuntut semua pihak untuk ikut berperan membantu.
“Bencana ini mengingatkan kita bahwa solidaritas antarkomunitas adalah fondasi ketahanan masyarakat. UNIFA Computer ingin memastikan bahwa kami turut mengambil peran, meskipun dalam bentuk yang sederhana,” jelasnya.
Hasbin Sitompul mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, TNI–Polri, relawan, dan masyarakat lokal yang terus melakukan evakuasi, membuka akses logistik, dan membantu ribuan warga yang kehilangan rumah. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang UNIFA Computer dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam waktu yang bersamaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru mengenai dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di tiga provinsi tersebut. Dalam keterangannya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan peningkatan signifikan jumlah korban jiwa.
Hingga, Sabtu 06 Desember 2025 sore, tercatat 914 orang meninggal dunia, meningkat 47 jiwa dari laporan sebelumnya yang berada di angka 867 jiwa, sumber kanal YouTube BNPB.
Rincian penyebaran korban jiwa: Aceh: 359 jiwa (bertambah 14), Sumatera Utara: 329 jiwa, dan Sumatera Barat: 226 jiwa
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik yang sangat luas: 121.500 unit rumah mengalami kerusakan, 51 kabupaten/kota dinyatakan terdampak, 509 fasilitas pendidikan rusak, 405 jembatan rusak, 1.100 fasilitas umum terdampak, 221 gedung atau kantor rusak, 270 fasilitas kesehatan terdampak, dan 338 rumah ibadah mengalami kerusakan
BNPB menyebut bahwa pendataan masih terus dilakukan karena beberapa kawasan terdampak masih sulit dijangkau akibat akses transportasi yang terputus.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan warga terdampak, berbagai kelompok masyarakat, komunitas lokal, organisasi sosial, dan pelaku usaha daerah semakin aktif menyalurkan bantuan. Peran pelaku usaha seperti AKURAMA Mart dan UNIFA Computer dianggap sangat strategis karena kedekatan mereka dengan masyarakat setempat sehingga bantuan dapat tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran.
Aksi kemanusiaan oleh AKURAMA Mart dan UNIFA Computer Sadabuan menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat tetap menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana berskala luas. Di tengah kondisi yang sulit dan angka kerusakan yang signifikan, dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan memberikan harapan baru bagi warga terdampak di Sumatera.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













