Bone, 8 Oktober 2024 – Kesalahpahaman yang sempat terjadi antara pihak keluarga pasien dan RS dr. M. Yasin terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akhirnya menemui titik damai. Pihak rumah sakit dan keluarga pasien telah berdiskusi dan mencapai kesepakatan damai setelah insiden yang terjadi sebelumnya.
Menurut keterangan resmi dari pihak rumah sakit, kejadian bermula ketika pasien datang dengan membawa surat rujukan dari Puskesmas Bajoe menuju RS dr. M. Yasin. Sesuai prosedur, surat rujukan tersebut diterima oleh salah satu perawat yang bertugas di IGD. Setelah meninjau surat rujukan, pasien diarahkan ke poli yang tepat, yakni dokter spesialis penyakit dalam.
Namun, setibanya di poli spesialis, pasien mendapatkan informasi bahwa dokter ahli penyakit dalam sudah tidak berada di tempat karena telah pulang. Perawat yang bertugas menyarankan agar pasien kembali keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tersebut.
Kesalahpahaman pun sempat terjadi, namun kini kedua belah pihak telah menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik. Menurut pihak keluarga, mereka memahami bahwa situasi ini hanyalah sebuah miskomunikasi dan pihak rumah sakit telah memberikan klarifikasi secara baik.
“Kami berterima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan dan sudah sepakat untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan,” ungkap perwakilan keluarga pasien.
Pihak RS dr. M. Yasin juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.
“Semoga dengan ini, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kami tetap terjaga, dan kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pasien,” kata juru bicara rumah sakit.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam meningkatkan komunikasi demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
(Andi Mawang Batara Soli)













