BERITA  

Wartawan Dihalang-halangi Saat Meliput Kegiatan Family Gathering di Pantai Galesong, Takalar

Wartawan Dihalang-halangi Saat Meliput Kegiatan Family Gathering di Pantai Galesong, Takalar | NEWS TV Indonesia
Wartawan Dihalang-halangi Saat Meliput Kegiatan Family Gathering di Pantai Galesong, Takalar | NEWS TV Indonesia

TAKALAR, Newstv.id—21 September 2024 – Insiden tidak menyenangkan terjadi saat seorang wartawan yang sedang melakukan peliputan kegiatan Family Gathering di objek wisata Pantai Galesong, Sampulungan, Takalar, dihalang-halangi oleh pihak panitia. Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu (21/9), saat Komunitas Tani Kabupaten Gowa (KOTAK) mengadakan acara tersebut.

Menurut keterangan yang diperoleh, salah seorang panitia secara tegas melarang wartawan yang hadir untuk meliput jalannya acara. Bahkan, tindakan yang lebih ekstrem terjadi saat wartawan tersebut didorong keluar oleh panitia. Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar terkait alasan di balik pelarangan tersebut, mengingat acara yang digelar adalah kegiatan yang sifatnya publik.

“Ketika saya berusaha melakukan tugas peliputan, tiba-tiba saya dihadang dan diminta keluar. Tidak ada alasan yang jelas mengapa saya tidak diperbolehkan meliput,” ujar salah satu wartawan yang menjadi korban insiden ini. Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut terasa berlebihan, terutama karena tidak ada aktivitas yang dianggap sensitif atau rahasia dalam kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, pihak panitia belum memberikan klarifikasi yang resmi terkait pelarangan tersebut. Banyak pihak mempertanyakan apakah tindakan itu merupakan upaya untuk menutupi sesuatu, atau hanya kesalahpahaman terkait protokol acara. Bagaimanapun, insiden tersebut mencederai kebebasan pers yang seharusnya dihormati dalam setiap kegiatan publik.

Komunitas jurnalis setempat segera menyampaikan kecaman atas tindakan yang dilakukan oleh panitia. Mereka menuntut penjelasan resmi serta meminta agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan. Kebebasan pers adalah hak yang dilindungi undang-undang, dan seharusnya tidak ada pihak yang menghalangi tugas jurnalis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kejadian ini juga membuka ruang diskusi lebih luas mengenai peran panitia acara dalam mengelola hubungan dengan media. Dengan adanya insiden ini, harapan ke depannya adalah adanya aturan yang lebih jelas mengenai akses pers dalam acara-acara serupa untuk memastikan transparansi dan kejelasan informasi kepada publik.

Kami akan terus mengikuti perkembangan lebih lanjut terkait insiden ini dan berharap adanya klarifikasi dari pihak penyelenggara acara dalam waktu dekat.

(Muz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *