BERITA  

820 Ompreng Dibagikan untuk Program Makan Gratis di SMPN 1 Polongbangkeng Utara

820 Ompreng Dibagikan untuk Program Makan Gratis di SMPN 1 Polongbangkeng Utara | NEWS TV Indonesia
820 Ompreng Dibagikan untuk Program Makan Gratis di SMPN 1 Polongbangkeng Utara | NEWS TV Indonesia

Takalar, Newstv.id—Sebanyak 820 ompreng dibagikan kepada para siswa SMP Negeri 1 Polongbangkeng Utara sebagai bagian dari program Makan Gratis yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun siswa karena dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung kesehatan dan semangat belajar peserta didik.

Kepala SMPN 1 Polongbangkeng Utara menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui BGN. Menurutnya, program makan gratis dengan fasilitas ompreng ini bukan hanya sekadar membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga melatih kebiasaan hidup sehat serta membentuk kemandirian anak-anak dalam menjaga wadah makan mereka masing-masing.

Pendistribusian ompreng berjalan lancar dengan dukungan para guru dan staf kesiswaan. Para siswa terlihat antusias saat menerima ompreng tersebut, bahkan beberapa di antara mereka langsung menggunakannya pada hari itu juga.

Guru-guru pun berharap, program ini dapat berjalan konsisten sehingga tidak hanya menjadi momen sesaat, tetapi terus berlanjut demi mendukung prestasi akademik siswa.

Selain aspek kesehatan, program makan gratis ini juga diharapkan dapat mengurangi beban orang tua siswa. Dengan adanya dukungan dari BGN, pihak sekolah percaya anak-anak akan lebih fokus belajar tanpa harus mengkhawatirkan ketersediaan makanan bergizi setiap harinya.
Hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Ke depan, SMPN 1 Polongbangkeng Utara berkomitmen menjaga keberlangsungan program ini dengan mengedepankan kedisiplinan, kebersihan, dan keterlibatan semua pihak. Sekolah berharap agar dukungan dari Badan Gizi Nasional tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus ditingkatkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh dunia pendidikan di Kabupaten Takalar.

Redaksi Newstv.id
Muzakkir Dahlan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *