MAMASA – NEWSTV, Kongres GMKI ke-38, Kaderisasi kepemimpinan dan kontinuitas program. Dua hal tersebut adalah hal yang menjadi perhatian dari Novelin Silalahi, Bendahara Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), yang ditemui disela-sela pelaksanaan Kongres GMKI ke 38 di gedung Tammuan Mali, Makale, Tana Toraja, Kamis (24/11/2022).
Novelin menilai kaderisasi kepemimpinan adalah keberhasilan terbesar dari seorang pemimpin, karena dengan demikian, seorang pemimpin telah berhasil melakukan transfer ilmu dan pengalaman kepada penerus-penerus organisasi.
“GMKI adalah organisasi kader, dan karena sedemikian pentingnya proses pengkaderan tersebut, maka secara organisasi telah disiapkan Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) sejak tahun 2006, dengan demikian GMKI diharapkan dapat menjaga dan mempertahankan hal-hal baik yang sudah dimulai oleh kader-kader terbaiknya,” terang mantan sekretaris GMKI cabang Bandar Lampung itu.
Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung tersebut juga menyatakan bahwa sampai dengan kongres ke 38 ini, GMKI telah merawat baik sistem pengkaderan tertingginya baik di tingkat cabang melalui forum Konferensi Cabang (Konfercab) maupun di tingkat pusat dalam forum kongres.
Selain kaderisasi kepemimpinan, hal lainnya yang disoroti oleh Novelin adalah kontinuitas program, di mana ia menilai bahwa banyak pola kepemimpinan, baik organisasi mahasiswa maupun politik yang tidak memperhatikan dengan baik hal ini.
Padahal, menurutnya, tetap perlu ada program baik yang sifatnya berkesinambungan, yang harus tetap dilakukan meskipun terjadi pergantian kepengurusan. Hal inilah, yang menurut Novelin, menjadi salah satu dari beberapa hal yang akan ia tawarkan kepada peserta kongres.
Hal menarik lainnya yang ia tawarkan sebagai salah satu kandidat bakal calon Ketua Umum PP GMKI periode 2022-2024 adalah pengimplementasian prosedur standar operasional (SOP) Kekerasan Perempuan untuk menjawab persoalan kekerasaan yang dialami oleh kader kader GMKI sebagai perwujudan GMKI adalah rumah yang aman untuk semua kader.
Sebagai contoh, ia memproyeksikan, apabila ia terpilih kepengurusan kedepannya akan menyelenggarakan workshop atau pendidikan kader perempuan dengan output pendamping perempuan berhadapan hukum di setiap cabang.
Tak lupa ia juga menyoroti tantangan krisis finansial global yang akan dihadapi Indonesia dan dunia pada tahun 2023. Menurutnya, bersama-sama dengan pemerintah, GMKI juga bertanggungjawab untuk melahirkan peluang dan harapan di masa-masa sulit.
Terakhir kali GMKI dipimpin oleh seorang kader perempuan adalah pada tahun 2006, ketika kongres memilih Goklas Nababan sebagai ketua umumnya. Sebagaimana diketahui, Kongres GMKI ke 38 di Tana Toraja ini telah dibuka Selasa (22/11) lalu oleh Presiden Joko Widodo secara daring. Kongres tersebut dihadiri oleh sekitar kurang lebih 500 orang delegasi dan peninjau dari 100-an cabang GMKI di seluruh Indonesia.
Kongres GMKI ke-38, Kaderisasi kepemimpinan dan kontinuitas program













