DAERAH  

Dalam Pengerjaan, Proyek Talud BPBD Pangkep Senilai Rp2,3 Miliar Ambruk

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dorong Kesadaran Lingkungan Melalui Program Bank Sampah | NEWS TV Indonesia
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dorong Kesadaran Lingkungan Melalui Program Bank Sampah | NEWS TV Indonesia

PANGKEP – NEWSTV, Proyek pembangunan talud pengaman sungai Matojeng Ujung Loe Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep ambruk, Kamis, 6 Oktober 2022.

Kegiatan untuk pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana bernilai Rp. 2.3 Miliar ini, dianggarkan Tahun 2022 melalui KPA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep dan dikerjakan di tahun yang sama.

Dalam Pengerjaan, Proyek Talud BPBD Pangkep Senilai Rp2,3 Miliar Ambruk | NEWS TV Indonesia
Informasi Papan Proyek Talud BPBD Pangkep

Dari pantauan tim newstv di lokasi proyek yang masih sementara dalam pengerjaan, belum dapat disimpulkan terkait robohnya Proyek Talud tersebut baik secara tekhnis ataupun karna kondisi alam.

Dalam Pengerjaan, Proyek Talud BPBD Pangkep Senilai Rp2,3 Miliar Ambruk | NEWS TV Indonesia

Dari hasil penelusuran tim IT media News TV pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Afdal Putra beralamat di Jalan Matahari kabupaten Pangkep. Adapun Direktur CV Afdal Putra bernama Alamsyah dengan tenaga terampil alumni STM Pembangunan Makassar atau sekarang SMK 5, dan merangkap jabatan sebagai direktur dan tenaga terampil. Dan secara administrasi dinotariskan tahun 2014. Sedangkan untuk bagian konsultan pengawas diamanahkan ke
PT. Trimako Abdi Konsulindo.

Talud Ambruk Juga terjadi di Padoang-doangang Pangkep

Ironisnya, di waktu berselang tidak lama sekitar 1 km dari lokasi kejadian, longsor juga melanda tebing pinggir sungai sisi jalan Sukowati kelurahan Paddoang-dongan Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Perbedaan kedua kejadian di mana bencana longsor Paddoang doangan itu berjarak sekitar 1 km dari tugu Bambu Runcing kali Bersih pusat kota Kecamatan Pangkajene Pangkep ke arah sebelah timur, sedangkan bencana longsor ujung loe berjarak 1 km terus dari Paddoang doangan ke sebelah timur menuju Kelurahan Minasatene dan lain-lain.

Kalau di Paddoang-doangan adalah talud yang sudah lama, di Ujung Loe adalah proyek pembangunan talud pengamanan Sungai yang masih sedang dalam pengerjaan bahkan diperkirakan masih belum sekitar 70% sudah ambruk dengan panjang juga sekitar 100 meter, ketinggian juga sekitar 5 meteran lebih dan keseluruhan timbunan mencapai pas sampai pinggir aspal badan jalan.

Hingga berita ini diturunkan konon sesudah Maghrib amblas yang runtuh bertambah hingga hampir 100% panjang keseluruhan proyek yang sementara di bangun.

Menurut informasi warga bahwa beberapa saat setelah kejadian tersebut telah berdatangan ke lokasi diantaranya Camat Minasatene dra. Hj. Chudriah SB., Danramil Minasatene Kapt. Inf. M. Nawir, Kapolsek Minasatene AKP. I. Made Untung Sunantara, S.Sos, M.Si dan para pejabat lainnya dari pemerintah dan stakeholder terkait.

Kejadian tersebut tidak sempat memakan korban dan tidak sampai memacetkan jalan namun tetap dalam pantauan penjagaan dan pengawasan para petugas pengamanan serta OPD terkait serta sudah diberi garis pembatas polisi.

Laporan: AB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *