Newstv.id – Jika ada yang bilang hobi hanya pengisi waktu luang dan tak bisa jadi pundi-pundi rupiah, jelas penafsiran keliru.
Di era serba digital ini, banyak kegemaran yang bisa memiliki potensi besar untuk bisa menghasilkan rupiah.
Salah satu yang sudah membuktikan yakni Reza sang pemilik Kebun Bunda Orchid, Wonolelo RT.01 Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Berawal dari hobi kedua orang tuanya yang menurun pada dirinya kini Reza sukses bertransformasi dari hobi budidaya Bunga Nggrek menjadi penghasil rupiah.
“Mengenal Bunga Anggrek ini awalnya dari Bapak dan Ibu saya. Sejak masih duduk di bangku TK, saya selalu diajak pergi membeli Anggrek. Sampai sekarang saya meneruskan hobi Bapak dan Ibu dan kini punya tempat penangkaran budidaya Anggrek dengan nama Kebun Bunda Orchid,” kisah Reza putra dari Drs Tito Lestianto, MM selaku Camat Kecamatan Muntilan.
Lantas apa saja jenis Anggrek yang dibudidaya oleh Reza?. Bicara jenis Anggrek yang ada di Kebun Bunda Orchid, ada macam-macam jenis. Bahkan ada spesies dari Filipina, Papua Nugini dan spesies Gurun dari Meksiko. Selebihnya dari dalam negeri seperti spesies Sulawesi, Maluku dan Papua.
Reza mengisahkan, jenis Anggrek yang dia budidaya yakni Anggrek
Dendrobium. Namun juga ada Anggrek Bulan. Hanya saja Anggrek yang paling familiar dibudidaya adalah Dendrobium karena gampang hidup baik suasana hujan maupun saat cuaca panas.
“Dendrobium ini ada jenis spesies, ada juga yang silangan. Yang silangan ini dikawinkan sesama Dendrobium tetapi beda identitas (beda jenis),” ujar Reza.
Anggrek budidaya Reza kini tembus ke sejumlah pasar baik dalam wilayah Jateng – DIY, juga luar Pulau Jawa.
Anggrek yang dikirim ke luar Pulau Jawa rata-rata masih berusia enam bulan atau berusia remaja. Gak itu diakui okeh Reza karena usia remaja perawatannya lebih gampang sehingga resiko mati sangat rendah. Lagi pula, pembelinya juga tidak menanggung resiko perawatan karena umur enam bulan masih sangat ringan perawatannya.
“Kalau umurnya di bawah enam bulan sangat riskan. Sehingga usia di bawah enam bulan kami tidak berani mengirim jarak jauh,” terang Reza.
Reza menambahkan bahwa di kebun penangkarannya juga terdapat Anggrek spesies paling baru dari Papua yakni Dendro Naga Taksaka. Spesies ini ditemukan tahun 2019 lalu. (HMI)













