News  

Publik Desak Polda dan Dishub DIY Tertibkan Truk Pengangkut Pasir Tanpa Penutup Terpal

Publik Desak Polda dan Dishub DIY Tertibkan Truk Pengangkut Pasir Tanpa Penutup Terpal | NEWS TV Indonesia
Publik Desak Polda dan Dishub DIY Tertibkan Truk Pengangkut Pasir Tanpa Penutup Terpal | NEWS TV Indonesia

Publik Desak Polda dan Dishub DIY Tertibkan Truk Pengangkut Pasir Tanpa Penutup Terpal

Newstv.id, Sleman – Program pemerintah pusat memang harus didukung oleh semua kalangan. Termasuk program pembangunan jalan tol yang menghubungkan antara Bawen, Jawa Tengah dengan Yogyakarta. Namun, dibalik program nasional tersebut yang harus di dukung agar bisa berjalan sukses, bukan berarti masyarakat terdampak proyek strategis ini, harus dikorbankan.

Hal itu dikemukakan oleh Pemerhati Publik dan Lingkungan DIY-Jateng, Abdul Zahir Mubarok, M.Pd saat menyikapi keberadaan truk pengangkut material pasir dan urug ke lokasi jalan tol di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (12/1/2026).

Menurut Zahir, truk pengangkut material yang melintas di Jalan Tempel – Banyurejo, dinilai merugikan masyarakat sekitar. Meliputi kerusakan jalan, polusi kebisingan suara hingga polusi udara. Tetapi itu bisa maklumi oleh publik. Yang ironisnya, para supir armada dinilai arogan di jalan umum. Mereka melintas ugalan-ugalan, konvoi hingga bakntruk mereka tidak ditutup terpal.

Belum lagi, para supir tersebut mengemudikan armadanya dalam kecepatan tinggi dan seolah hanya mereka yang berhak melewati jalan umum tersebut. Aksi para supir ini tentu tidak bisa dibenarkan dan sudah saatnya ditegur secara tegas dan ditindak secara hukum.

Truk bermuatan pasir

“Truk bermuatan pasir atau urug melintas di jalan umum tanpa penutup terpal tentu berbahaya bagi pengguna jalan lain. Termasuk warga sekitar yang terdampak karena debunya terbang sana sini membuat mata terganggu,” sebut Zahir.

Zahir pun menegaskan bahwa aparat terkait baik dari Satlantas maupun Dinas Perhubungan daerah itu harus tegas melakukan pengawasan atas keberadaan truk yang tanpa tutup terpal ini.

“Satlantas dan Dinas Perhubungan tidak perlu ragu menindak truk-truk yang nakal seperti ini. Penegakan hukum harus tetap dijalankan meski truk ini membawa material pembangunan proyek nasional. Karena, proyek nasional berjalan lancar bukan berarti harus membunuh masyarakat,” katanya.

Selama ini, sebut Zahir, dirinya memantau keberadaan armada yang keluar masuk di Jalan Tempel – Banyurejo yang telah banyak melanggar aturan lalu lintas. Seperti tania penutup terpal, tanpa plat dan banyak lagi. Hanya saja para supir armada ini einilai angkuh dan arogan di jalan raya karena pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan terkesan tutup mata.

“Kenapa harus takut menegakkan aturan kepada armada yang digunakan mengangkut material tol. Mustahil Presiden RI maupun Kapolri menghendaki kebetadaab armada seperti ini bebas berkeliaran di jalan umum tanpa memperhatikan ketentuannya berlalulintas di jalan,” tegasnya.

Hal sama dengan Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Sleman, Yupiter Ome. Dalam keterangannya, Ome juga mengaku prihatin melihat keberadaan truk bermuatan pasir melintas di jalan umum tanpa penutup terpal. Karena itu Ome mendesak instansi terkait untuk turun tangan menertibkan masalah ini.

“Harus ditertibkan. Jangan ada alasan karena truk ini mengangkut keperluan proyek nasional. Kasihan masyarakat, kasihan anak sekolah dan semua yang terdampak. Kita tidak ingin truk melintas di jalan umum ugak-ugakan seenaknya tanpa memperhatikan keselamatan penggunaan jalan lain,” tegas Yupiter Ome. (HMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *