Newstv.id, Kulon Progo – Meriah dan spektakuler perayaan Nyadran yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Pemkab Kulin Progo, di Alun-Alun Wates Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Melengkapi kemeriahan perayaan Nyadran ini karena turut dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0731/Kulon Progo Mayor Cpl Sutarjo mewakili Dandim dan prajurit TNI dari Kodim 0731 setempat.
Mayor Cpl Sutarjo mengatakan bahwa Nyadran salah satu tradisi yang Jawa menjelang tibanya bulan suci Ramadhan. Nyadran seperti ini sebut Kasdim bagian melestarikan budaya Jawa yang menjadi sebuah wadah dalam mempersatukan masyarakat Jawa.
“Tradisi ini diadakan pada bulan Ruwah sebelum bulan Ramadhan,” ujar Kasdim.
Disebutkan bahwa kata Nyadran berasal dari kata srada atau sadran yang merupakan sebuah upacara persaudaraan. Karenanya, tradisi Nyadran diselenggarakan oleh masing-masing dusun, hingga tingkat kalurahan. Sekaligus budaya ini mengedukasi para anak muda agar mereka memelihara budaya Nyadran yang diwariskan oleh orang tua pendahulu.
“Nyadran ini budaya Jawa yang masih dirayakan sampai sekarang. Tentu kita apresiasi karena disinilah semua warga dapat membangun rasa toleransi, membentuk karakter mulia, persatuan dalam bekerja dan menjadi sarana bagi orang-orang dengan latar belakang serupa untuk berkumpul,” tandas Kasdim 0731/Kulon Progo.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksana menyukseskan Nyadranan.
“Khususnya Badan Koordinasi Masyarakat Kulon Progo (Bakor PKP), terima kasih,” timpalnya.
Dikemukakan oleh Bupati bahwa Nyadranan ini tempat berkumpulnya masyarakat dalam membangun silaturahmi dan saling maaf memaafkan menjelang tibanya bulan suci Ramadhan.
Pantau di lokasi acara, telah diawali dengan arak-arakan kirab gunungan hasil bumi dari 12 Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo dan diakhiri dengan doa lintas agama dan rebutan gunungan oleh masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini. (islami)













