Newstv.id, Yogyakarta – Lonjakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mulai terjadi di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut Petugas UPT Balai Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DIY, Mahartam, lonjakan penumpang arus mudik terjadi sejak Jumat kemarin sampai hari ini Rabu, 18 Maret 2026. Jumlah penumpang yang berangkat menuju kampung halaman terus mengalami peningkatan dari 54 persen sampai 70 persen dibanding hari biasa sebelum memasuki periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Setiap hari terjadi peningkatan jumlah penumpang yang akan pulang ke kampung halaman mereka. Namun penumpang yang mendominasi sejak Jumat kemarin sampai jari ini Rabu pagi, tujuan Sumatera. Rata-rata mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta,” ujar Mahartam, di Terminal Jombor, Rabu (18/3/2026).
Dikatakan oleh Mahartam, dirinya tidak mengetahui pasti jumlah penumpang yang mudik ke kampung halaman melalui Terminal Jombor. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan jumlah yang sudah mudik setiap harinya rata-rata 55 persen sampai 70 persen dibanding hari biasa.
Ia memperkirakan lonjakan penumpang melalui Terminal Jombor akan terus terjadi hingga H-1 lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia juga mengakui bahwa selain penumpang tujuan Sumatera yang mendominasi, tujuan Jakarta juga mulai meningkat selanjutnya penumpang ke beberapa daerah lainnya.
Ditegaskan kembali oleh Mahartam bahwa lonjakan terjadi pada Jumat, Sabtu, Minggu. Selanjutnya Senin sampai Selasa standar dan terjadi kembali lonjakan pada Rabu pagi ini.
“Untuk hari ini Rabu pagi yang mendominasi masih tujuan Sumatera dan urutan kedua tujuan Jakarta.
Untuk diketahui bajwa petugas Otoritas Terminal Jombor, beberapa hari sebelum melayani arus mudik, pihak terminal memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan. Salah satunya dilakukan pengecekan ramp check atau inspeksi kelayakan kendaraan.
Selain itu, para pengemudi dan awak bus juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya menunjukkan sebagian besar pengemudi dalam kondisi laik untuk mengemudikan bus jarak jauh.
Sementara itu, salah seorang pengguna jasa bus AKAP yang hendak mudik ke Lampung, Pulau Sumatera, Ibu Arnida (55), mengaku rutin pulang kampung setiap Lebaran. Namun setiap pulang kampung bersama keluarganya, Ia selalu menggunakan jasa transportasi darat.
Ditanya mengenai harga tiket, Arnida mengakui memang ada kenaikan harga namun dirinya tak mempermasalahkan.
“Kalau harga tiket sih kami tidak masalah, yang penting bisa pulang dengan nyaman, aman dan selamat,” kata Arnida. (Hmi)













