DAERAH  

Begini Kondisi Gerai Koperasi Merah Putih Tirtorahayu

Begini Kondisi Gerai Koperasi Merah Putih Tirtorahayu | Newstv Indonesia
Begini Kondisi Gerai Koperasi Merah Putih Tirtorahayu | Newstv Indonesia
Newstv.id, Kulon Progo – Kabar gembira datang dari Tirtorahayu terkait pembangunan gerai Koperasi Merah Putih yang dibangun di Padukuhan Sigra, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo.
Berapa tidak, menurut Babinsa Tirtorahayu, Koramil 09/Galur, Kodim 0731/Kulon Progo Serka Antar Suwantoro, progres pengerjaan gerai Koperasi Merah Putih di kalurahan tersebut, mendekati rampung. Hingga Jumat (11/4/2026), kata Serka Antar Suwantoro bahwa oengerjaan gerai ini sudah dalam tahap finishing.
“Alhamdulillah, pengerjaan gerai Koperasi Merah Putih di Kalurahan ini, mendekati rampung. Saat ini pekerja sudah melakukan finishing,” katanya.
Dijelaskan oleh Serka Antar, Koperasi Merah Putih ini merupakan program ekonomi kerakyatan nasional di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Koperasi ini dibangun, guna memperkuat ekonomi desa.
“Nantinya koperasi ini akan fokus pada distribusi sembako, menjadi off taker hasil tani dan menyalurkan bantuan pemerintah,” tambah Serka Antar.
Seperti diketahui, program ini didukung oleh 16 Kementerian/Lembaga/Badan dan berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Kementerian utama yang paling terlihat terlibat dalam penggerak Kolerasi Merah Putih ini meliputi, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Hukum, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan,
Pembentukan Koperasi Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa/kalurahan melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong-royong, kekeluargaan dan saling membantu.
Pembangunan Koperasi Merah Putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memotong rantai tengkulak dan menciptakan kemandirian ekonomi, dan juga berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok (gerai sembako), penampung hasil produksi desa (pertanian, kuliner, kerajinan) dan instrumen penyaluran Bansos/PKH. (Islami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *