Bandung — Suasana menjelang waktu berbuka puasa di beberapa sudut Kota Bandung belakangan terasa berbeda. Minggu 08/03/2026. Aroma masakan hangat yang mengepul dari wajan besar, suara spatula yang beradu dengan logam, serta kerumunan warga yang penasaran menjadi pemandangan menarik di salah satu booth kuliner yang tengah ramai diperbincangkan Minggu / 08/03/2026.
Di balik wajan tersebut berdiri seorang pria berwajah khas Eropa yang dengan cekatan mengaduk masakan. Ia adalah David Cailleba, pria berkebangsaan Prancis yang kini lebih dikenal oleh warga dengan julukan “Bule Tukang Masak.” Namanya mendadak viral di media sosial setelah aksinya memasak langsung di tempat sekaligus membagikan makanan untuk masyarakat yang akan berbuka puasa.
David bukan sekadar datang untuk meramaikan suasana Ramadan. Pria yang telah menjadi mualaf ini mengaku memiliki misi sederhana namun bermakna: berbagi kebahagiaan melalui makanan.
Setiap harinya, David terlihat sibuk menyiapkan berbagai hidangan di wajan besar menggunakan peralatan masak yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Meski berasal dari Prancis, gerakan tangannya tampak sangat terbiasa menggunakan spatula, kompor lapak, hingga teknik memasak khas kaki lima yang sering ditemui di berbagai sudut kota.
Yang membuat kehadirannya semakin menarik perhatian warga bukan hanya karena sosoknya yang berbeda, tetapi juga karena ia memasak langsung di lokasi sebelum membagikan hidangan kepada masyarakat. Banyak warga yang sengaja mampir untuk menyapa, mencicipi masakan, hingga berbincang santai dengannya.
Suasana di sekitar booth pun terasa hangat dan penuh keakraban. Tidak sedikit warga yang datang hanya untuk melihat langsung sosok “Bule Tukang Masak” yang sebelumnya mereka lihat di media sosial. Sebagian lagi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan test review masakan yang dimasak langsung oleh David.
Dalam beberapa kesempatan, David juga terlihat santai mengobrol dengan warga. Dengan campuran bahasa Indonesia dan sedikit logat Prancis yang khas, ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi momen spesial baginya untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi David, memasak bukan sekadar aktivitas dapur. Ia menganggap makanan sebagai cara sederhana untuk mempertemukan banyak orang dalam suasana kebersamaan.
“Ramadan itu tentang berbagi,” ungkapnya sambil terus mengaduk masakan di wajan besar yang dikelilingi warga.
Kehadiran David pun menambah warna tersendiri di tengah keramaian kuliner Ramadan di Bandung. Banyak warga yang merasa senang karena bisa bertemu langsung, bahkan berbincang santai dengan sosok yang sebelumnya hanya mereka lihat di layar ponsel.
Kini, booth tempat David memasak kerap menjadi titik singgah warga yang sedang ngabuburit. Selain mencicipi hidangan hangat, mereka juga menikmati pengalaman unik: berbuka puasa dengan masakan dari seorang “bule tukang masak” yang justru begitu akrab dengan cita rasa Nusantara.
Nah wargi Bandung, siapa nih yang sudah sempat mampir ke booth test review masakan Om Bule “David”? Bagikan pengalaman kalian di kolom komentar. Siapa tahu cerita kalian bisa jadi rekomendasi tempat ngabuburit seru berikutnya! ( Ruslan )













