BERITA  

Di Lantik Untuk Periode Kedua, Nurmansyah Bantilan : BKPRMI Memiliki Tugas Berat Dalam Menjaga Generasi Muda Dari Jeratan Narkoba Dan Bahaya Radikalisme

Di Lantik Untuk Periode Kedua, Nurmansyah Bantilan : BKPRMI Memiliki Tugas Berat Dalam Menjaga Generasi Muda Dari Jeratan Narkoba Dan Bahaya Radikalisme | NEWS TV Indonesia
Di Lantik Untuk Periode Kedua, Nurmansyah Bantilan : BKPRMI Memiliki Tugas Berat Dalam Menjaga Generasi Muda Dari Jeratan Narkoba Dan Bahaya Radikalisme | NEWS TV Indonesia

Di Lantik Untuk Periode Kedua, Nurmansyah Bantilan : BKPRMI memiliki tugas berat dalam menjaga generasi muda dari jeratan narkoba dan bahaya radikalismePPKHI Sulawesi Tengah Gandeng Fakultas Hukum Untad Jelang Pelantikan Pengurus | NEWS TV Indonesia

Newstv.id -TOLITOLI,Sulteng – Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Tolitoli, Mohammad Nurmansyah Bantilan, S.Ikom., M.PWP., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara pelantikan pengurus BKPRMI dan Keluarga Besar (KB) BKPRMI dengan penuh kesungguhan.

PPKHI Sulawesi Tengah Gandeng Fakultas Hukum Untad Jelang Pelantikan Pengurus | NEWS TV Indonesia

Dalam acara pelantikan yang digelar di salah satu hotel di Kabupaten Tolitoli, Nurmansyah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam berkhidmat membangun umat, khususnya pembinaan remaja masjid sebagai generasi penerus bangsa.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan umat dalam aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah. Karena itu, perlu adanya regenerasi melalui remaja masjid yang siap menjadi penerus ketakmiran,” ujarnya.

Nurmansyah menilai, BKPRMI memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda Qurani yang berakhlakul karimah. Sejak lama, BKPRMI telah menjadi wadah yang aktif dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an, membimbing anak-anak memahami nilai Islam, serta menanamkan moral dan karakter islami di kalangan remaja.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa tantangan BKPRMI di era modern semakin besar. Maraknya pengaruh liberalisme, kapitalisme, serta gaya hidup individualis yang mengikis nilai-nilai sosial dan kepedulian menjadi ancaman serius bagi generasi muda Islam.

“Minimnya etika, rendahnya rasa sosial, dan salahnya penggunaan media sosial di kalangan remaja menjadi tantangan nyata. BKPRMI harus mampu mengarahkan mereka agar teknologi justru dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan X (Twitter) bisa menjadi sarana efektif untuk mensyiarkan dakwah dan memakmurkan masjid secara digital.

Selain itu, Nurmansyah juga menekankan bahwa BKPRMI memiliki tugas berat dalam menjaga generasi muda dari jeratan narkoba dan bahaya radikalisme. Ia menegaskan bahwa BKPRMI adalah wadah yang lahir dari semangat dakwah, ukhuwah, dan kepemudaan.

Dalam arahannya, ia menegaskan tiga poin penting bagi pengurus baru BKPRMI dan KB BKPRMI Tolitoli:

1. Menghidupkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
2. Membina generasi muda agar berakhlak mulia, memiliki wawasan keislaman yang kuat, serta siap menghadapi tantangan zaman.
3. Menjalin sinergi dengan pemerintah, ormas, dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi Qurani berkarakter.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tapi ladang amal sholeh. Keikhlasan, kerja sama, dan semangat pengabdian menjadi kunci dalam menjalankan tugas kepengurusan,” pesan Nurmansyah.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum, Sekertariat Daerah Kabupaten Tolitoli, Mukti,S.T., yang hadir mewakili Bupati Tolitoli, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kiprah BKPRMI dalam membina generasi muda Islam.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli menyambut baik peran strategis BKPRMI dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa Qurani. BKPRMI bukan hanya mitra dakwah, tetapi juga mitra pembangunan daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Mukti juga menekankan bahwa keberadaan remaja masjid harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama serta menjaga keutuhan dan harmoni sosial di masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan BKPRMI terus terjalin. Mari bersama menjaga generasi muda kita dari pengaruh negatif teknologi, narkoba, dan paham radikal yang bisa memecah belah umat,” tambahnya.

Acara pelantikan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan seruan kebersamaan untuk memperkuat komitmen dakwah. Melalui kepengurusan yang baru, BKPRMI Tolitoli diharapkan semakin aktif dalam membina remaja masjid, menghidupkan kegiatan keagamaan, serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang berdaya dan berkemajuan.

“Dengan niat yang lurus, kerja yang ikhlas, dan sinergi yang kuat, InsyaAllah BKPRMI akan mampu melahirkan generasi muda Qurani yang berdaya, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Nurmansyah Bantilan. (asr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *