Newstv.id, Yogyakarta – Kritik tentang makan bergizi gratis (MBG) kembali mengemuka dan viral di berbagai platform media sosial. Kali ini kritikan keras itu datang dari lingkungan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Ialah Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof. Dr.rer.soc. R. Agus Sartono yang melayangkan kritikan tersebut. Dalam kritikannya, Prof. Agus Sartono menilai alokasi anggaran MBG tahun 2026 sebesar Rp335 Triliun sangat tidak rasional dan berpotensi menjadi pemborosan uang negara.
Disebutkan oleh Prof. Agus Sartono bahwa dalam hitungan, anggaran tersebut diasumsikan untuk 360 hari kalender. Padahal, hari efektif sekolah hanya sekitar 190 hari dalam setahun.
“Jika disesuaikan dengan kebutuhan riil, program ini sebenarnya hanya memerlukan dana sekitar Rp157,55 Triliun,” ujar Prof. Agus Sartono tulis salah satu akun instagram yang viral pada Sabtu (3/1/2026).
Masih menurut Prof. Agus Sartono, bahwa memaksakan pembagian MBG dalam bentuk makanan kering saat hari libur sekolah justru melenceng dari tujuan perbaikan gizi dan membebani orang tua.
Prof. Agus Sartono menyarankan agar selisih anggaran jumbo ini dialihkan untuk hal yang lebih mendesak.
“Kita sarankan, anggaran jumbo ini lebih baik dialihkan dalam penanganan pascabencana si Sumatera. Khususnya untuk membangun kembali infrastruktur sekolah-sekolah yang hancur. Dengan begitu, pendidikan di daerah terdampak bisa segera bangkit,” tandas Prof. Agus Sartono. (HMI)













