Newstv.id, Yogyakarta – Dunia maya dihebohkan sebuah rekaman video yang diunggah oleh akun TikTok @Yu_Baswedan menunjukkan Anies Baswedan sedang berada di Warung Soto Mbok Giyem di Kabupaten Karanganyar, Jateng. Yang membuat netizen heboh di dunia maya tersebut, bukan karena Anies mantan Capres RI 2024 sedang berada di warung soto itu.
Namun, yang mengakibatkan netizen ramai membincangkan hingga viral di media sosial karena dalam video tersebut disertai narasi bahwa Anies telah dibuntuti oleh tiga anggota intelijen TNI. Nah, narasi itulah akhirnya memicu spekulasi di kalangan warganet.
Betapa tidak, seolah bahwa setiap langkah Anies dalam beraktifitas selalu dibuntuti oleh intelijen. Masa iya, kan Anies murni warga sipil.
Menanggapi video viral itu, Kepala Penerangan Kodam (Ka pendam) IV/Diponegoro, Kolonel Andy Soelistyo membenarkan jika tiga orang dalam video tersebut merupakan anggota intelijen dari Kodim Karanganyar.
“Benar tiga orang dalam video itu adalah anggota intelijen Kodim Karanganyar,” ujar Kolonel Andy.
Namun Kapendam IV/Diponegoro menyampaikan bahwa tiga anggota intelijen itu tidak ada aktivitas pengawasan terhadap Anies Baswedan. Keberadaan ke tiga anggota tersebut di warung soto justru sedang makan siang.
“Keberadaannya di warung soto itu tidak ada kaitannya dengan kedatangan Anies di warung soto tersebut,” tegas Kapendam IV/Diponegoro.
Bahkan kata Pendam bahwa ketiga anggota dari Kodim Karanganyar justru datang lebih dulu untuk makan siang.
“Kejadian itu murni kebetulan karena lokasi warung berada tepat di seberang Makodim Karanganyar,” tegas Kapendam IV/Diponegoro dalam keterangan tertulis yang diterima newstv.id Biro D.I. Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).
Kapendam IV/Diponegoro kali menegaskan bahwa tidak ada perintah dari pimpinan TNI kepada anggota intelijen untuk mengikuti atau memantau aktivitas Anies, mantan Gubernur DKI itu. Ia menekankan bahwa Anies saat ini berstatus sebagai warga sipil dan tidak termasuk objek pemantauan institusi militer.
Kapendam IV/Diponegoro pun menyampaikan bahwa klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di ruang digital agar tidak terjadi kesalahpahaman publik.
Sementara itu, Eks Satgas Menwa Timor-Timur 1995-1996 (kini Timor Leste, red), Muhammad Muis menyayangkan viralnya video yang menarasikan terkait anggota intelijen TNI membuntuti Anies Baswedan saat berada di Karanganyar. Menurutnya, warga mestinya cerdas memanfaatkan media sosial yang lebih positif dan tidak mengunggah narasi yang berpotensi mengadu domba antara TNI dengan masyarakat.
“Kalau setiap ada orang anggota TNI atau Polisi berada di sebuah tempat lantas ada pejabat datang di tempat itu, atau mantan pejabat langsung ditafsirkan dibuntuti segala, ya repot kita itu. Serba salah-lah, ujung-ujung bisa-bisa kita ribut dan gaduh satu sama lain. Yang mengunggah video tiga intel itu tahu tidak kalau di warung soto itu berdekatan dengan Kodim,” tegas penyandang Baret Ungu satu ini.
Diumpamakan oleh Muhammad Muis, jika siang itu bersamaan banyak TNI yang sedang makan soto di warung dan Anies datang juga di warung tersebut, bisa-bisa narasi yang diunggah Anies dikepung TNI di Karanganyar.
Karena itu, peraih penghargaan Satya Lencana Seroja Timtim ini mengingatkan warganet untuk tidak muda mengunggah sebuah informasi di media sosial sebelum mengetahui pasti kebenarannya. Pasalnya, informasi tersebut bisa saja menimbulkan penafsiran berbeda-beda dan warganet diminta tidak mudah terprovokasi atas unggahan yang belum tentu benar. (hmi)













