BERITA  

Kolaborasi Strategis, KADIN KBB dan Kemenag KBB Bangun Ekosistem Usaha Pesantren

blank
Kolaborasi Strategis, KADIN KBB dan Kemenag KBB Bangun Ekosistem Usaha Pesantren

Bandung Barat, Kamis (19/02/2026) — Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bandung Barat (KADIN KBB) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat hari kamis pada pukul 13.30 WIB.

Kolaborasi Strategis, KADIN KBB dan Kemenag KBB Bangun Ekosistem Usaha Pesantren
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kemenag KBB , H. mukti Hartono S.Th.I, MM., Ketua KADIN KBB, Dr.H.Syamsul Ma’arif, M.Pd,I., drektur Eksekutif Iman Sulaeman, SE, Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Kontap) Isaha Pesantren Dedi Somantri, serta Wakil Ketua Bidang (WKB) Pariwisata Tita Roswati, beserta jajaran pengurus dan tamu undangan lainnya,Komitmen Penguatan Ekonomi Berbasis Pesantren.

Kolaborasi Strategis, KADIN KBB dan Kemenag KBB Bangun Ekosistem Usaha Pesantren
Dalam sambutannya, Dr., H. Syamsul ma’ Arif, M.Pd.l.,Ketua KADIN KBB menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga keagamaan, khususnya pesantren yang memiliki potensi besar dalam penguatan ekonomi umat.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi ini, KADIN KBB berkomitmen mendorong pelatihan kewirausahaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan legalitas usaha, hingga akses permodalan dan pemasaran bagi pelaku usaha berbasis pesantren.

“Kerja sama ini menjadi jembatan antara pelaku usaha dan lingkungan pendidikan keagamaan agar tercipta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Kami ingin pesantren di Bandung Barat mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Ketua KADIN KBB.

Ia juga menegaskan bahwa sektor pariwisata halal, UMKM, pertanian, dan industri kreatif menjadi fokus utama pengembangan bersama, sejalan dengan potensi daerah Kabupaten Bandung Barat,
Dukungan Kemenag untuk Kemandirian Pesantren

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Barat H. Mukti Hartono, S.Th.l.,M.M., dalam sambutannya menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kemenag memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian pesantren, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi dengan KADIN KBB merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring dan membuka peluang yang lebih besar bagi pesantren untuk berkembang secara profesional dan mandiri.

“Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada penandatanganan saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam bentuk program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh pesantren dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan manajemen usaha, sertifikasi halal, serta penguatan karakter kewirausahaan bagi santri sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Sinergi Multipihak untuk Bandung Barat Maju
Direktur Eksekutif Iman Sulaeman, SE menambahkan bahwa kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan program kerja teknis dan pembentukan tim koordinasi. Beberapa program prioritas yang akan digarap antara lain pelatihan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran produk pesantren, serta pengembangan destinasi wisata religi di wilayah Bandung Barat.

Kontap Isaha Pesantren Dedi Somantri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan daya saing produk pesantren serta membuka akses pasar yang lebih luas.
WKB Pariwisata Tita Roswati juga menyoroti potensi wisata religi dan wisata edukasi berbasis pesantren sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat dikembangkan bersama dunia usaha.

Acara penandatanganan MoU berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi ringan mengenai langkah implementasi program ke depan.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara dunia usaha dan lembaga keagamaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju dan berdaya saing.  ( Else )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *