News  

PESAWAT Mengecam Keras Tindakan Arogansi Kepsek SMAN 1 Ranto Peureulak Terhadap Wartawan

PESAWAT Mengecam Keras Tindakan Arogansi Kepsek SMAN 1 Ranto Peureulak Terhadap Wartawan | NEWS TV Indonesia
PESAWAT Mengecam Keras Tindakan Arogansi Kepsek SMAN 1 Ranto Peureulak Terhadap Wartawan | NEWS TV Indonesia

PESAWAT menyatakan akan mempelajari lebih lanjut persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum. Selain itu, kinerja Kepala SMAN 1 Ranto Peureulak akan terus dipantau secara ketat.

 

 

Newstv.id  – Aceh Timur – Kepala sekolah tersebut diduga sempat menyita handphone milik wartawan saat hendak melakukan konfirmasi terkait dugaan penyalahgunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) serta sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) mengecam keras tindakan Kepala Sekolah SMAN 1 Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang dinilai arogan terhadap wartawan.

 

“Kami dari organisasi Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) mengecam perilaku arogan Kepala SMAN 1 Ranto Peureulak terhadap wartawan,” tegas Pendiri PESAWAT, Hasballah Kadimin, Minggu (25 Mei 2025).

 

Hasballah menjelaskan bahwa tindakan menyita handphone wartawan—yang merupakan alat kerja jurnalistik—adalah perbuatan tidak terpuji dan termasuk upaya menghalangi tugas jurnalistik. Hal ini, menurutnya, merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Ia menambahkan, dana BOS adalah anggaran rutin negara untuk mendukung biaya pendidikan, bukan milik pribadi kepala sekolah. Karena itu, wartawan berhak melakukan konfirmasi sebagai bagian dari fungsi kontrol dan untuk memenuhi kode etik jurnalistik sebelum menyampaikan informasi kepada publik

 

“Realisasi dana BOS adalah informasi publik, dan kepala sekolah wajib mengelola serta mempertanggungjawabkan penggunaannya secara profesional. Sikap arogan, apalagi sampai menyita handphone wartawan, justru memperkuat dugaan bahwa ada indikasi penyimpangan serius dalam pengelolaan dana BOS di SMAN 1 Ranto Peureulak,” tambah Hasballah.

 

PESAWAT menyatakan akan mempelajari lebih lanjut persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum. Selain itu, kinerja Kepala SMAN 1 Ranto Peureulak akan terus dipantau secara ketat.

 

Hasballah juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur untuk tidak menutup mata atas persoalan ini.

Ia mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan pencopotan terhadap Kepala SMAN 1 Ranto Peureulak, yang dinilai tidak layak memimpin institusi pendidikan.

“Sikap arogan seperti ini sangat tidak mencerminkan dunia pendidikan dan dikhawatirkan menjadi contoh buruk bagi siswa-siswi, generasi penerus bangsa,” tutup Hasballah.(Mauliddin)

 

Bersambung….!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *