PASANGKAYU, NEWSTV.ID – Pra pleno sebelum penetapan DPT merupakan langkah strategis bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan semua pemilih mendapatkan data yang benar, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024, sehingga Pemilihan Umum (pemilu) yang adil dan demokratis dapat terwujud, memberikan suara yang setara bagi seluruh warga negara.
KPU Kabupaten Pasangkayu melaksanakan kegiatan pra pleno untuk mempersiapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memastikan bahwa pemilu Gubernur dan Bupati berlangsung secara efektif, transparan, dan akuntabel di hari H pemungutan suara dapat diminimalisir.
Rapat pra pleno dihadiri anggota komisioner KPU Kabupaten Pasangkayu, Ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Pasangkayu, Kamis (19/9/2024).
Ketua KPU Pasangkayu, Alkahfi R Lidda menyampaikan, rapat pra pleno ini untuk melakukan pengecekan dan validasi data pemilih, baik itu di DPSHP dan penetapan DPT, agar DPT yang ditetapkan nantinya mencerminkan jumlah dan identitas pemilih yang sebenarnya.
“Di wilayah Pedanda, Kabupaten Pasangkayu menjadi sorotan isu Nasional terkait anomali data,” katanya.
Lanjut dia, dari jumlah penduduk sekitar 4 ribu pemilih yang terdaftar dulunya, kini Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) turun menjadi 2041.
Pra pleno ini memastikan keselarasan data sebelum rapat pleno resmi, dan berguna untuk menghindari kejadian yang berkepanjangan di kemudian hari.
“Tidak mungkin semua data tersebut diakomodasi dalam DPT, dan itu adanya ketidakcocokan dengan
keberadaan pemilih, karena orangnya tidak ada, sehingga pemilihya tidak ditemukan,” ucapnya.
Sementara itu, Kordiv Hukum Pencegahan Parmas Hubal Bawaslu Pasangkayu, Muh Fajar Purnomo mengatakan, KPU Pasangkayu telah menunjukkan Komitmen bersama untuk tetap menjaga Integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2024.
“Kolaborasi yang baik antara Kpu dan Bawaslu. Oleh karena itu, kami berharap proses pra pleno dapat menghasilkan data yang akurat dan valid, sehingga pemilu akan berjalan lancar serta menghasilkan pemilih berkualitas,” jelasnya.













