Roby Agusman Harahap Dorong Ranperda Kemajuan Kebudayaan: Warisan Tabagsel Harus Ditetapkan Jadi Identitas Daerah

Roby Agusman Harahap Dorong Ranperda Kemajuan Kebudayaan: Warisan Tabagsel Harus Ditetapkan Jadi Identitas Daerah | NEWS TV Indonesia
Roby Agusman Harahap Dorong Ranperda Kemajuan Kebudayaan: Warisan Tabagsel Harus Ditetapkan Jadi Identitas Daerah | NEWS TV Indonesia

Padangsidimpuan, NEWSTV.ID – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat identitas budaya daerah terus digalakkan melalui berbagai langkah legislasi. Salah satu bentuk konkretnya adalah sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kemajuan Kebudayaan yang dilaksanakan di Lingkungan I, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Selasa (03/06/2025).

Kegiatan yang dihadiri puluhan tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta perwakilan warga dari 16 kelurahan se-Kota Padangsidimpuan ini menjadi momen penting dalam penyebarluasan informasi terkait inisiatif legislatif yang menyasar sektor kebudayaan, yang selama ini kerap tersisih dari prioritas pembangunan daerah.

H. Roby Agusman Harahap, S.H., Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, tampil sebagai tokoh sentral dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan pembangunan karakter daerah ke depan. “Jika kita tidak mengangkat budaya kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Roby Agusman memaparkan bahwa DPRD Sumut melalui Komisi D tengah mendorong agar ranperda tentang kemajuan kebudayaan segera masuk dalam tahap finalisasi untuk disahkan. Ia juga menjelaskan peran DPRD provinsi dalam mendukung program-program pelestarian budaya serta pentingnya ranperda ini untuk memperkuat kebijakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya lokal.

Menurutnya, wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), termasuk Kota Padangsidimpuan, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa namun belum diorganisasi dalam kebijakan daerah yang solid. “Kita punya Candi Bahal, kita punya naskah kuno, tapi selama ini belum kita tetapkan sebagai identitas resmi. Lewat ranperda ini, kita ingin budaya menjadi napas pembangunan daerah,” ujar Roby.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut narasumber utama, Abdul Rahman Sulaiman Siregar, S.E., S.Pd., M.M., seorang pemerhati kebudayaan yang juga akademisi di bidang ekonomi kebijakan daerah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci isi dari ranperda tersebut, mulai dari landasan hukum hingga strategi pelestarian budaya melalui pendidikan, digitalisasi, dan integrasi dengan ekonomi kreatif.

Menurut Abdul Rahman, kekayaan budaya Tabagsel seperti situs purbakala, naskah kuno, serta tradisi lisan dan seni lokal harus diangkat ke permukaan sebagai aset strategis daerah. “Jangan sampai budaya kita hanya dikenal dalam buku sejarah, tapi tidak hidup dalam kehidupan masyarakat. Ranperda ini adalah instrumen hukum agar kita punya arah jelas dalam menjaga dan mengembangkan budaya,” ungkapnya.

Lurah Bonan Dolok, Ali Pontas Harahap, S.E., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran H. Roby Agusman Harahap dan berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi warga Bonan Dolok untuk lebih mengenal dan mencintai kebudayaan lokal. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini yang dinilainya sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, H. Hasbin Sitompul, S.Sos., yang turut hadir. Ia menyebut bahwa sinergi antara DPRD provinsi dan kota dalam pembentukan kebijakan kebudayaan sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih program. Ia juga berharap agar ranperda ini dapat disahkan secepatnya menjadi peraturan daerah yang operasional.

Tokoh masyarakat Padangsidimpuan Utara, Ali Amsyah Batubara, mengawali kegiatan dengan sambutan penuh semangat. Ia menyatakan apresiasinya terhadap Partai NasDem yang aktif memperjuangkan nilai-nilai budaya dan berharap lebih banyak kader muda dari NasDem yang terpilih pada periode mendatang.

Kegiatan sosialisasi yang dipandu oleh moderator Ahmad Syafii Sagala, S.E., M.M., berlangsung interaktif. Moderator juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan para pemimpin daerah agar perjuangan terhadap ranperda kebudayaan ini dapat terus berjalan lancar.

Partisipasi masyarakat tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang mengangkat tema budaya berlangsung hidup, diwarnai dengan tanya jawab, serta usulan konkret dari warga tentang pengelolaan situs sejarah dan revitalisasi kesenian lokal. Beberapa peserta juga menampilkan pantun bertema budaya sebagai penutup kegiatan.

H. Roby Agusman Harahap dalam sesi akhir kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses legislasi ranperda tersebut. Ia menyampaikan bahwa DPRD Sumut terbuka terhadap masukan publik agar produk hukum yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakter lokal.

“Kebudayaan bukan hanya milik masa lalu, melainkan milik masa depan yang diwariskan. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan bersama,” pungkas Roby Agusman Harahap menutup kegiatan dengan penuh semangat.

Jurnalis: Andi Hakim Nasution

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *