BERITA  

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN): Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera di Takalar

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN): Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera di Takalar | NEWS TV Indonesia
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN): Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera di Takalar | NEWS TV Indonesia

Takalar,Newstv.id – Aula D’Luna menjadi saksi terlaksananya kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas dan keselamatan nelayan di Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini mengusung tema “Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera” dan mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Hadir dalam kegiatan ini Drs. Hamka B. Kady, M.S., anggota Komisi V DPR RI, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif edukasi bagi para nelayan. Dalam sambutannya, Hamka menegaskan pentingnya peran informasi cuaca dalam menunjang keselamatan dan produktivitas nelayan.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat nelayan adalah kunci menuju sektor kelautan yang tangguh.

Turut hadir pula Bupati Takalar, Ir. Muhammad Firdaus Dg. Manye, yang menyampaikan apresiasi kepada BMKG dan DPR RI atas inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, peningkatan literasi cuaca sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat Takalar menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan laut.

Ia berharap program ini bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam pola kerja nelayan ke arah yang lebih aman dan terencana.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, M.Si, juga memberikan penjelasan tentang pentingnya pemahaman cuaca bagi nelayan. Ia menyampaikan bahwa BMKG akan terus berupaya menyederhanakan informasi cuaca agar mudah dipahami oleh masyarakat pesisir.

“Melalui SLCN, kami tidak hanya memberikan data, tetapi juga membekali nelayan dengan pengetahuan untuk menginterpretasikan informasi tersebut,” ujar Guswanto.

Kegiatan SLCN ini berlangsung interaktif. Para nelayan diberikan pelatihan langsung mengenai cara membaca peta cuaca, mengenali potensi bahaya cuaca ekstrem di laut, serta strategi pengambilan keputusan sebelum melaut. Materi yang diberikan juga dikaitkan dengan teknologi digital dan aplikasi BMKG yang kini makin mudah diakses.

Suasana aula D’Luna tampak hidup dengan antusiasme para peserta yang sebagian besar berasal dari wilayah pesisir Kabupaten Takalar.

Mereka mengaku kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang selama ini sulit mereka pahami secara mandiri. Salah satu peserta, Andi Hasan, nelayan asal Galesong, mengaku kini lebih percaya diri dalam menentukan waktu melaut setelah memahami dasar-dasar informasi cuaca.

Selain pembekalan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang dialog antara nelayan dan pemerintah. Beberapa perwakilan nelayan menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur pelabuhan, akses BBM bersubsidi, serta kebutuhan alat tangkap ramah lingkungan. Respon-respon yang diberikan oleh pejabat yang hadir menunjukkan komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.

Dengan terlaksananya kegiatan SLCN ini, diharapkan para nelayan Takalar dapat semakin tangguh menghadapi tantangan cuaca yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim.

Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa edukasi dan teknologi bisa bersinergi untuk menciptakan sektor perikanan yang aman dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta serta foto bersama seluruh narasumber dan tokoh yang hadir. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi modal kuat dalam mewujudkan visi “Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera” di Kabupaten Takalar dan sekitarnya.

Laporan Newstv.id
(Muz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *