ARSIP  

Siswa SMPN 1 Marbo Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Kolam Renang Kalampa

Siswa SMPN 1 Marbo Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Kolam Renang Kalampa | NEWS TV Indonesia
Siswa SMPN 1 Marbo Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Kolam Renang Kalampa | NEWS TV Indonesia

TAKALAR, Newstv.id– Kegiatan rekreasi yang seharusnya menjadi ajang kebersamaan berakhir tragis setelah seorang siswa SMPN 1 Marbo meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang Kalampa pada Senin (10/9). Korban, yang merupakan siswa kelas VIII, dilaporkan tenggelam saat sedang mengikuti kegiatan berenang bersama teman-temannya. Kejadian ini sontak mengundang duka mendalam bagi pihak sekolah dan keluarga korban.

Menurut saksi mata, insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WITA saat siswa tersebut tidak terlihat oleh rekan-rekannya setelah masuk ke area kolam renang. Pencarian oleh teman-teman dan guru dilakukan, namun sayangnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar kolam. Upaya penyelamatan dengan pertolongan pertama sempat dilakukan sebelum korban dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Tragedi ini diduga terjadi akibat kelalaian dalam pengawasan oleh pihak sekolah dan petugas kolam renang. Beberapa siswa menyebutkan bahwa saat kejadian, pengawasan dari guru maupun petugas kolam renang dirasa kurang ketat. Tidak ada penjaga yang secara aktif mengawasi aktivitas anak-anak di area kolam yang memiliki kedalaman berbahaya bagi pemula. Dugaan ini kini sedang dalam penyelidikan oleh pihak berwenang untuk memastikan kronologi kejadian.

Kepala sekolah SMPN 1 Marbo menyampaikan duka yang mendalam dan penyesalannya atas kejadian tersebut. Pihak sekolah menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam proses investigasi. “Kami sangat berduka atas kehilangan ini dan berjanji akan meningkatkan pengawasan di setiap kegiatan yang melibatkan siswa untuk mencegah insiden serupa terulang kembali,” ujarnya.

Insiden ini telah mengguncang masyarakat setempat, terutama keluarga korban yang masih berusaha menerima kenyataan pahit ini. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan pengawasan yang lebih ketat dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak, terutama di tempat yang memiliki potensi bahaya tinggi seperti kolam renang.

(Muz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *