News tv SUL-SEL – kata Surianto di kenal Anto mappakoe ada yang bilang anak muda saat ini alias millenial tidak begitu peduli tentang sejarah dan budaya.

Namun, persepsi itu terbantahkan dengan kenyataan yang diperoleh Surianto di kenal Anto mappakoe dengan mengemas liputan Newstv SULSEL tentang kisah yang terkait sejarah dan budaya di Sulawesi Selatan, ia mampu mengajak kaum millenial untuk tahu dan paham tentang hal itu.
Surianto di kenal Anto mappakoe yang mengangkat tema tentang sejarah, budaya, situs hingga mustikal adat Gowa
merupakan salah satu program Seni Budaya Bugis Makassar yang secara spesifik dan terkhusus dibentuk serta didirikan untuk melakukan penelusuran adat dan budaya di Sulawesi tegasnya
Bicara tentang segmen,Surianto di kenal Anto mappakoe menyebut ada empat besar yang diklasifikasikan. ”Pertama kita meliput adat budaya dan sejarah, situs, tokoh dalam sejarah seperti para pahlawan, serta mustikal adat dan budaya,” ujarnya.

Kenapa Surianto di kenal Anto mappakoe tertarik masuk ke kiwal ( seni budaya kiwal ) ternyata hal itu tidak terlepas dari latar belakang sehari-harinya. Ia dibesarkan di wilayah yang dekat dengan adat dan budaya. Bahkan tentang sejarah bukan hal baru secara pribadi bagi Anto mappakoe
”Berangkat dari apa yang disuka dan digeluti, kenapa tidak kita tuangkan dan salurkan, biar orang banyak bisa lihat dan tahu. Itu salah satu ide dan tujuan membentuk Senin budaya kiwal terangnya.
Untuk segmen adat dan budaya, Surianto di kenal Anto mappakoe menyebut contoh yang telah diproduksi. Seperti tradisi A’palili dan Cera’ Kalompoang. Bahkan ada beberapa episode khusus yang dibuat dengan mengangkat tradisi yang sangat jarang dijumpai.
”Sekarang ini hal seperti itu cukup menuai pro dan kontra, sehingga menjadi tantantang tersendiri untuk memproduksinya. Khususnya dalam menemukan prosesinya di mana, sumber datanya, pelakunya siapa. Tiap episode selalu penuh tantangan,” jelasnya.
Segmen kedua soal situs. Iwal menyebut, berdasarkan data Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel, situs yang tercatat saat ini berjumlah 1.360-an. Sementara yang tidak tercat jauh lebih banyak. Diperkirakan hampir mencapai 3.000.
Di segmen ini, dalam melakukan produksi, seni budaya kiwal memprioritaskan situs yang tidak terjangkau atau tidak tak tercatat. Anto mencontohkan situs Balla Seng di Bulukumba. Situs sejarah bekas rumah Raja Kindang ini, jangankan oleh masyarakat umum, masyarakat setempat saja tidak tahu ada situs kediaman raja berada di tengah-tengah kampung mereka. Hal itu dikarenakan banyak situs yang sulit dijangkau sehingga tidak terekspos.
Ketiga, segmen tokoh. ”Untuk tokoh ini kita tidak pernah kekurangan bahkan kehilangan. Di Sulsel begitu lengkap dan sempurna soal tokoh dalam hal dan latar belakang apa saja. Bicara pendidikan ada, agama ada, politik ada, semua ada. Termasuk percintaan. Kisah dan tokoh Maipa Deapati itu adalah Romeo and Juliet versi kita. Beauty and The Beast juga ada. semuanya menarik dan keren. Ini semua perlu dan harus diangkat biar semua orang bisa tahu sebesar apa sebenarnya kita punya peradaban,” tandas Anto mappakoe













