Newstv.id, Yogyakarta – Demi tugas sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), tentu harus selalu siap dalam menjalankan tugas, meski hari libur.
Seperti yang dijalankan oleh Sertu Komarudin, Babinsa Sindutan, Kodim 0731/Kulon Progo. Dimana prajurit TNI AD dari satuan Koramil 02/Temon ini rupanya tidak mengenal hari Minggu (hari libur, red). Pasalnya, disaat sebagian orang sedang menikmati suasana libur bersama keluarga, Sertu Komarudin justru tetap melaksanakan tugas pendampingan dan pengawasan pengerjaan gerai dan gudang Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Adapun pembangunan gerai dan gudang KDKMP yang sedang diawasi oleh Sertu Komarudin ini berada di Padukuhan Sindutan B, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Minggu (29/03/2026)
Babinsa Sertu Komarudin mengatakan, pembangunan KDKMP di wilayahnya saat ini dalam tahap pemasangan dinding bangunan. Pendampingan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa pengerjaan dan material yang digunakan sesuai dengan ketentuan agar kualitasnya benar-benar bagus.
Untuk diketahui, KDKMP adalah program ekonomi kerakyatan nasional di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, guna memperkuat ekonomi desa.
Program ini fokus pada distribusi sembako, menjadi off taker hasil tani dan menyalurkan bantuan pemerintah. Program ini didukung oleh 16 Kementerian/Lembaga/Badan dan berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Kementerian utama yang paling terlihat terlibat dalam penggerakan KDKMP meliputi, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Hukum, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Pembentukan KDKMP didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan dan saling membantu.
Pembangunan KDKMP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memotong rantai tengkulak dan menciptakan kemandirian ekonomi, dan juga berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok (gerai sembako), penampung hasil produksi desa (pertanian, kuliner, kerajinan) dan instrumen penyaluran Bansos/PKH. (Hmi)













