Magelang – Kepala Desa (Kades) Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Imam Sampurna menuai pujian dari warganya. Pasalnya, Kades yang karib disapa dengan Pak Kelik melakukan banyak terobosan dalam mewujudkan pembangunan di desanya.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, ikhwal terobosan yang telah dicapai oleh Pak Kelik selama memimpin Tamanagung. Karena itu, awak media ini pun mencoba melakukan penelusuran untuk mengungkapkan keberhasilan apa saja yang telah berhasil diwujudkan oleh Kades satu ini.
Secara mengejutkan, diantara hasil penelusuran media ini di wilayah Tamanagung, didapati bahwa pembangunan yang berhasil dilakukan oleh Pak Kelik yakni rehab gedung serba guna dan Balai Desa Tamanagung. Yang tadinya gedung serba guna tak representatif kini menjadi sebuah bangunan megah dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan. Seperti acara pengantaran, pertemuan dan berolahraga.
Selain itu, telah membangun musolah yang lokasinya tak jauh dari Kantor Desa. Yang menarik dari pembangunan musolah ini karena dibangun secara swadaya oleh perangkat Desa bersama masyarakat setempat. Sehingga, biaya yang digunakan membangun tempat ibadah muslim ini tidak menggunakan Dana Desa (DD) ataupun dana bersumber dari APBD Kabupaten Magelang, Jateng.
Bicara soal pembangunan fisik di lingkungan Pemerintah Desa (Pemdes) memang sudah biasa. Terlebih ketika pemerintah pusat memberikan alokasi dana APBN untuk desa dalam jumlah yang fantastik yakni Rp 1 miliar per desa.
Namun bukan soal pembangunan di desanya yang berhasil diletakkan oleh Pak Kelik hingga mendapat dua jempol dari warganya. Tetapi, terobosan yang membuat namanya kian memuncak karena berhasil berjuang memulihkan aset desa yang sebelumnya telah hilang.
“Kades Pak Kelik ini kita salut karena beliau bisa memulihkan beberapa tanah desa yang merupakan aset Desa Tamanagung yang sebelum beliau jadi kades tidak jelas statusnya dan sebagian diambil alih pihak lain,” ujar beberapa Tokoh Masyarakat Tamanagung diamini oleh Agus tokoh pemuda desa itu.
Sejumlah tokoh masyarakat mengatakan, sebelumnya banyak tanah aset desa yang dicaplok oleh pihak lain. Salah satunya, terminal dan lahan yang dipakai pembangunan rumah susun. Serta beberapa tempat lain. Namun, sejak kepemimpinan Pak Kelik lanjut para tokoh masyarakat ini berhasil direbut kembali termasuk tanah desa yang saat ini digunakan oleh Pabrik Bakso Granat.
“Kami bersyukur karena Pak Kelik bisa memperjuangkan lahan-lahan aset Desa Tamanagung yang dulunya sempat tidak jelas statusnya. Kini sudah bisa dikuasai kembali dan telah dipasang plang bertulis lahan hak milik Pemdes Tamanagung,” jelas Agus di kediamannya.
Untuk diketahui, terobosan pengembalian lahan milik Pemdes Tamanagung yang dilakukan oleh Imam Sampurna memang tidak mudah. Apalagi ada diantara kelompok masyarakat setempat yang tidak senang atas gerakan ini. Tetapi berkat keberanian Pak Kelik, dalam menegakkan kebenaran semua bisa dilalui.
Sementara itu, Imam Sampurna mengatakan bahwa lahan aset Pemdes Tamanagung yang masih diperjuangkan adalah lahan yang saat ini ditempati rumah susun. Pasalnya, lahan tersebut adalah milik Pemdes Tamanagung yang digunakan pembangunan rumah susun.
“Ini yang sekarang kami perjuangkan sehungga lahan itu tidak jadi milik rumah susun. Masih kita lakukan lobi-lobi ke pihak terkait,” sebut Imam Sampurna.
Imam Sampurna juga menyadari bahwa terobosan yang dia lakukan selama ini ada kelompok yang tidak suka. Meski begitu, Imam Sampurna mengakui bahwa setiap kebijakan pasti ada yang kontra dan itu merupakan hal biasa. Intinya sebut Imam Sampurna bahwa apa yang dia lakukan ini murni untuk perbaikan Desa. Perbaikan dilakukan dari tata kelola administrasi, tata kelola pelayanan publik hingga pendataan aset milik Pemdes termasuk pembangunan yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Tamanagung. (HMI)