BERITA  

WPA Bandung Barat Perkuat Peran Masyarakat dalam Pencegahan HIV/AIDS

WPA Bandung Barat Perkuat Peran Masyarakat dalam Pencegahan HIV/AIDS | NEWS TV Indonesia
WPA Bandung Barat Perkuat Peran Masyarakat dalam Pencegahan HIV/AIDS | NEWS TV Indonesia

Bandung Barat – Warga Peduli AIDS (WPA) Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS berbasis masyarakat. Kegiatan edukasi dan inisiasi WPA digelar di Gedung Lantai 2 Puskesmas Batujajar, Kecamatan Batujajar, pada Selasa (24/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar lebih peduli terhadap isu HIV/AIDS melalui edukasi, penyebaran informasi yang akurat, serta penguatan dukungan sosial bagi Orang Dengan HIV (ODHIV). Selain itu, WPA juga berfungsi sebagai wadah komunikasi dan tukar informasi guna mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV di lingkungan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya  dari Hani Nuraeni, S. Kep. Ns Tim Akreditasi Puskesmas Batujajar, Jajang selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Ariyanto Kartik, S.E., perwakilan BPBD Kabupaten Bandung Barat, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) KBB, para kader desa, serta perwakilan dari seluruh desa se-Kecamatan Batujajar.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar Pantau Arus Lalu Lintas Malam Misa Natal 2025 | NEWS TV Indonesia
Dalam penyampaian materinya, Hani Nuraeni, S. Kep. Ns menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiasi dan penguatan peran WPA yang sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 2015. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Batujajar menjadi salah satu wilayah dengan jumlah WPA terbanyak di Kabupaten Bandung Barat.

“Alhamdulillah, WPA di Kecamatan Batujajar termasuk yang paling aktif dan produktif. Desa-desa di sini juga banyak yang terlibat aktif, bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai WPA terbaik,” ujar Hani.

Ia juga memaparkan data terkini terkait HIV/AIDS di wilayah Batujajar. Sepanjang tahun ini tercatat terdapat 5 kasus positif baru, sementara 28 orang ODHIV saat ini menjalani pengobatan secara rutin. Menurutnya, kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup ODHIV serta mencegah penularan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar Pantau Arus Lalu Lintas Malam Misa Natal 2025 | NEWS TV Indonesia
Hani menambahkan, ke depan pihak Puskesmas Batujajar bersama WPA akan menggelar kegiatan penyuluhan dan layanan kesehatan bertepatan dengan Hari HIV/AIDS Sedunia, yang rencananya dilaksanakan di Lapangan Landasan Suparlan, Pusdiklat Pasus pada hari minggu tangal 28/12/2025.. Kegiatan tersebut akan meliputi tes HIV, pemeriksaan darah, serta edukasi kesehatan yang melibatkan perangkat desa dan kader-kader di tingkat masyarakat.

“Kami juga terus mendorong adanya dukungan berkelanjutan bagi warga yang terdampak, terutama dalam hal kepatuhan pengobatan. Selain itu, kami menghimbau kepada jajaran pemerintahan agar memberikan perhatian khusus terhadap alokasi anggaran untuk pengobatan dan program penanggulangan HIV/AIDS,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Ariyanto Kartik, S.E. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Menurutnya, persoalan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Edukasi seperti ini sangat penting untuk membuka pemahaman masyarakat bahwa HIV/AIDS bisa dicegah dan dikendalikan. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, WPA, kader desa, dan masyarakat, kita dapat menekan angka penularan sekaligus menghapus stigma terhadap ODHIV,” ujar Ariyanto.

Ia juga mengapresiasi peran aktif WPA di Kecamatan Batujajar yang dinilai mampu menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi yang benar serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan WPA semakin kuat sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Barat, serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, peduli, dan bebas stigma bagi ODHIV.(07 else)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *