Medan, NEWSTV.ID – Sekretaris Fraksi NasDem sekaligus Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Banggar DPRD) Sumatera Utara, H. Roby Agusman Harahap, S.H., menegaskan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) saat ini dalam keadaan aman, terukur, dan transparan.
Penegasan tersebut disampaikan Roby menyusul ramainya pemberitaan mengenai besarnya dana pemerintah daerah yang disebut masih “mengendap” di perbankan. Ia memastikan, hasil rapat Banggar DPRD Sumut bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Bank Sumut menunjukkan bahwa posisi keuangan Pemprovsu berada dalam kondisi terkendali dan akuntabel.
“Tadi saat rapat Banggar, BKAD bersama Bank Sumut sudah menjelaskan kondisi keuangan Pemprovsu secara terbuka kepada dewan. Posisi dana provinsi saat ini sekitar Rp1 triliun lebih, dan semuanya tersimpan di Bank Sumut,” ujar Roby kepada wartawan di Medan, Rabu (22/10/2025).
Dana Daerah Bukan Uang Mengendap
Roby menjelaskan, dana tersebut bukan uang yang “diam” tanpa manfaat, melainkan kas daerah yang digunakan untuk mendukung operasional pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pembayaran gaji pegawai, serta pelayanan publik.
“Ini bukan uang yang mengendap. Dana itu terus berputar untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pemerintah provinsi. Wajar kalau jumlahnya berubah-ubah sesuai kebutuhan dan jadwal pembayaran,” jelasnya.
Ia menilai, isu mengenai dana besar pemerintah daerah yang disebut tertahan di bank perlu diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Menurutnya, pernyataan yang sebelumnya disampaikan pemerintah pusat merupakan akumulasi dana seluruh pemerintah daerah—termasuk kabupaten dan kota—bukan hanya milik Pemprovsu.
“Apa yang disampaikan Menkeu itu adalah total akumulasi dana seluruh daerah, bukan kas tunggal provinsi. Arus kas daerah bersifat dinamis karena setiap bulan selalu ada transaksi penerimaan dan pembayaran,” tegas Roby.
Tidak Ada Dana di Luar Sistem
Roby juga menepis anggapan adanya dana besar di luar rekening resmi Pemprovsu. Ia memastikan seluruh keuangan daerah dikelola secara tertib dan transparan melalui sistem perbankan yang sah.
“Setelah kita telusuri bersama BKAD dan Bank Sumut, tidak ditemukan adanya dana di luar sistem. Semuanya tercatat dan terkelola dengan baik di rekening resmi pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Lebih lanjut, Roby menegaskan bahwa klarifikasi ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Sumut untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai, kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan pemerintah harus terus dijaga melalui sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
“Kami di Banggar DPRD Sumut memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Karena uang itu adalah milik masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.
Roby juga mengapresiasi sikap terbuka Pemprovsu yang segera memberikan klarifikasi begitu isu ini mencuat. Ia menilai langkah cepat seperti ini penting untuk mencegah kesalahpahaman publik.
“Pemprovsu langsung merespons isu ini dengan data yang jelas. Ini contoh praktik pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Provinsi lain juga sudah melakukan hal yang sama, dan ini patut diapresiasi,” tambahnya.
Bangun Kepercayaan Publik
Menutup keterangannya, Roby mengajak masyarakat agar tetap percaya terhadap mekanisme pengawasan dan sistem keuangan daerah yang sudah berjalan. Ia menegaskan, seluruh penggunaan dana publik berada di bawah pengawasan berlapis, baik oleh DPRD, BPK, maupun APIP.
“Transparansi keuangan daerah adalah kunci kepercayaan publik. Kami akan terus mengawasi dan memastikan pengelolaan keuangan daerah dilakukan untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, DPRD Sumut berharap masyarakat dapat memahami konteks keuangan daerah secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Bagi Roby, keuangan daerah bukan sekadar angka, tetapi cerminan tanggung jawab moral dan komitmen bersama membangun Sumatera Utara yang lebih baik.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













