Newstv.id, Yogyakarta – Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HKPN) tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diperingati melalui upacara pengibaran bendera Merah Putih di Stadion Mandala Krida, Jalan Kenari, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (1/3/2026)
Upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dihadiri Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sudjarwo. Selain itu, diikuti oleh jajaran Forkopimda DIY, Unsur TNI-Polri, ASN, Mahasiswa serta Siswa SMA dan SMP.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949, merupakan salah satu momentum bersejarah pergerakan kemerdekaan, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai episentrumnya.
Saat ini kata Sri Sultan, sejarah tersebut kian bermakna bagi bangsa Indonesia, seiring diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022, tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
“Tantangan kedaulatan hadir dalam bentuk yang lebih kompleks. Percaturan geopolitik global, semakin dinamis. Ketergantungan ekonomi antarnegara semakin dalam. Transformasi digital, mengubah lanskap sosial, ekonomi, bahkan politik. Kedaulatan tidak cukup dimaknai sebagai penguasaan wilayah, melainkan sebagai kapasitas mengelola perubahan, secara mandiri dan bermartabat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur DIY juga menyampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta, kedaulatan memiliki dimensi budaya yang mendalam. Keistimewaan bukanlah privilese administratif, melainkan amanah sejarah untuk menghadirkan kepemimpinan yang beradab, dan pembangunan yang berkeadilan. Nilai tradisi menjadi jangkar etika, sementara rasionalitas modern, menjadi instrumen kemajuan,
Diakhir amanatnya Sri Sultan menekankan bahwa penegakan kedaulatan negara pada era ini terletak pada konsistensi kita menjaga integritas, memperkuat ketahanan ekonomi, membangun kohesi sosial, serta memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada kemaslahatan rakyat. (Hmi)












