Newstv.id, Yogyakarta — Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Satgas Pangan Polda DIY dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi DIY dan Kota Yogyakarta memantau harga pangan di sejumlah pasar tradisional di wilayah DIY, Rabu (31/2/2025).
Untuk diketahui bahwa, pemantauan harga pangan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kenaikan harga menjelang puncak perayaan pisah sambut tahun 2025 ke 2026.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi mengatakan, pihaknya bersama Satgas Pangan Polda DIY dan Pemprov DIY maupun Pemkot Yogyakarta melakukan pemantauan pangan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan pangan pokok, khususnya beras, agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras terpantau aman dan stabil serta berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Dikatakan, adapun harga beras yang tercatat di pasaran, yakni beras medium sebesar Rp13.163 per kilogram, beras premium Rp14.825 per kilogram, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp12.000 per kilogram.
“Kami terus memantau pergerakan harga pasar dan berkomitmen untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta harga yang stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Dedi.
Senada dengan Dedi, Ketua Satgas Pangan Polda DIY, AKBP Cahyo Wicaksono menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga pangan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga agar harga pangan tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Salah seorang pedagang, Rita, pemilik kios beras di Pasar Beringharjo mengungkapkan harga beras relatif stabil. Ia menuturkan bahwa tidak terjadi kenaikan harga, termasuk pada saat libur Natal beberapa waktu lalu.
“Melalui sinergi antara Bulog, Satgas Pangan, dan pemerintah daerah, diharapkan kondisi pasar tetap kondusif dan kebutuhan pangan masyarakat DIY menjelang Tahun Baru 2026 dapat terpenuhi dengan baik,” harap Rita. (HMI)













