Langkat – Penemuan Mayat Bayi di Langkat: Seorang perempuan berinisial S (33), warga Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, berhasil diamankan pihak kepolisian setelah diduga membuang bayi yang baru dilahirkannya ke aliran sungai. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Langkat.
Kepastian penangkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/1/2026) siang.
“Iya benar. Perempuan yang diduga membuang bayinya ke sungai sudah berhasil kami amankan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan,” ujar AKP Ghulam.
Namun demikian, pihak kepolisian belum mengungkap motif perbuatan pelaku. Status pelaku, apakah masih gadis, janda, atau telah menikah, juga belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap pendalaman.
Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di area perkebunan kelapa sawit di wilayah Desa Gergas, Kecamatan Wampu.
Terungkapnya kasus ini bermula saat Polres Langkat menerjunkan Tim Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Langkat ke lokasi penemuan mayat bayi. Petugas kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh guna mengamankan barang bukti serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman di lapangan, kami memperoleh informasi adanya seorang perempuan yang sebelumnya diketahui dalam kondisi hamil,” jelas AKP Ghulam.
Berdasarkan informasi tersebut, penyelidikan mengerucut pada satu orang yang kemudian diduga kuat sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.
Diketahui sebelumnya, penemuan sesosok mayat bayi di aliran sungai kawasan Kebun Gergas, Dusun I, Desa Gergas, sempat menghebohkan warga setempat. Jenazah bayi tersebut ditemukan tersangkut di pinggir sungai.
Selanjutnya, jenazah bayi langsung dievakuasi dan dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan medis dan keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara lengkap kronologi dan penyebab pasti peristiwa tersebut.













