ARSIP  

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Gelar Aksi Tolak Dinasti Politik dan Tuntut Penghentian Tindakan Represif

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Gelar Aksi Tolak Dinasti Politik dan Tuntut Penghentian Tindakan Represif | NEWS TV Indonesia
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Gelar Aksi Tolak Dinasti Politik dan Tuntut Penghentian Tindakan Represif | NEWS TV Indonesia

Makassar, 26 Agustus 2024 — Sekitar 150 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar aksi protes di depan Kampus 1 UIN Alauddin pada pukul 10.00 WITA hari senin, 26 Agustus 2024. Dalam aksi ini, mereka menyuarakan penolakan terhadap dinasti politik, mendesak ditegakkannya demokrasi hingga ke kampus, serta meminta aparat kepolisian untuk segera menghentikan tindakan represif terhadap demonstran. Selain itu, mereka juga menuntut pembebasan seluruh mahasiswa yang ditahan pada aksi demonstrasi mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Aksan Iskandar,  selaku Jendral Lapangan, menjelaskan bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada demonstrasi sebelumnya menunjukkan bahwa aparat tidak menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. “Mengenai latar belakang tindakan represif terhadap demonstran yang terjadi di lapangan, aparat tidak menjalankan fungsi sebagai pengayom dan pengawal aksi demonstrasi mahasiswa tetapi justru malah menjadi pihak yang melakukan tindakan kekerasan terhadap demonstran,” ujar Aksan Iskandar selaku Jendral Lapangan.

Aksan Iskandar juga menyampaikan kondisi beberapa mahasiswa yang ditahan, yang menurut laporan media, mengalami luka-luka serius. “Kondisi terakhir dari teman-teman yang ditahan itu ada beberapa yang mengalami luka-luka, seperti bibir pecah dan hidung patah,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai tindak lanjut jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, Aksan Iskandar menegaskan bahwa mahasiswa siap menggalang massa yang lebih besar. “Iya, kami akan menggalang lagi massa yang lebih besar dengan beraliansi dengan beberapa kelompok mahasiswa,” ungkap Aksan, menandakan keseriusan mereka dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan menolak ketidakadilan.

Sebagai penutup, Aksan Iskandar menyampaikan pesan tegas kepada aparat keamanan. “Sebagai alat negara yang dilengkapi dengan kemampuan khusus, aparat kepolisian harus mampu meniadakan kekerasan dan memperlakukan para demonstran dengan lebih humanis. Tindakan kekerasan hanya akan memicu gejolak di kalangan masyarakat, dan ini sangat perlu dihindari demi menjaga stabilitas dan ketertiban umum,” tutup Aksan.

Aksi ini menandai semangat mahasiswa dalam menolak segala bentuk ketidakadilan dan mempertahankan demokrasi di Indonesia. Mereka berharap agar tuntutan mereka segera dipenuhi, dan agar aparat keamanan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *