Makassar ,Newstv.id– Sejumlah pedagang (CFD) Pantai Losari mengeluhkan kebijakan pelarangan berjualan yang diterapkan pemerintah kota sejak awal Juli lalu.
Mereka merasa keputusan tersebut diambil tanpa alasan yang jelas, sehingga menimbulkan kebingungan dan keresahan di kalangan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas berjualan mingguan.
Pada 6 Juli, para pedagang mengaku mendapat informasi dari ketua komunitas bahwa mereka tidak lagi diperbolehkan berjualan di area Pantai Losari.
Kebijakan mendadak ini membuat pedagang terkejut. Dua minggu kemudian, tepatnya 21 Juli, perwakilan pedagang mendatangi kantor wali kota untuk meminta penjelasan. Dari pertemuan tersebut, wali kota berjanji akan menata dan merelokasi pedagang dengan syarat dua minggu tidak berjualan.
Namun, setelah masa dua minggu berlalu, janji relokasi itu tidak kunjung terealisasi. Pedagang justru merasa dipingpong dari satu instansi ke instansi lain, mulai dari UPTD hingga Dinas Pariwisata. Sayangnya, tidak ada jawaban tegas yang mereka terima selain dalih bahwa larangan berjualan merupakan arahan dari wali kota. Bahkan, pihak UPTD dinilai enggan bertemu langsung dengan pedagang dan hanya berkomunikasi lewat telepon tanpa solusi konkret.
Para pedagang merasa terkatung-katung tanpa kejelasan. Mereka juga menganggap perlakuan yang diterima tidak adil. Pasalnya, pedagang pisang epe tetap diperbolehkan berjualan setiap hari di sekitar Pantai Losari, sementara pedagang CFD yang hanya berjualan seminggu sekali selama empat jam justru dilarang total.
Situasi makin memanas ketika Satpol PP disebut sudah berjaga sejak dini hari untuk mencegah pedagang berjualan di lokasi. Kondisi ini membuat pedagang merasa terintimidasi.
“Kami hanya dibenturkan dengan Satpol PP tanpa diberikan alasan dan solusi. Kami merasa dizalimi,” keluh salah seorang pedagang.
Merasa tidak tahan dengan kebijakan tersebut, pada 7 September sejumlah pedagang memutuskan untuk menerobos masuk dan tetap berjualan meski dihadang Satpol PP. Mereka beralasan, kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi. Menurut mereka, pedagang UMKM kecil seharusnya mendapat dukungan, bukan justru dipersulit, karena keberadaannya menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung Pantai Losari.
Para pedagang berharap pemerintah kota, khususnya Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin (Appi), dapat lebih bijaksana dalam mengambil kebijakan. “Kami ini warga Makassar yang berhak diperlakukan adil. Jangan injak pedagang kecil, sebaliknya bantulah kami karena kami juga bagian dari ikon Pantai Losari,” tegas perwakilan pedagang.
Penulis Muzakkir Dahlan













