Padangsidimpuan, NEWSTV.ID – Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes., menghadiri secara langsung acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Wasathiyah yang berlokasi di Gang Sarasi 10, Lingkungan II, Kelurahan Tanobato, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Kamis (25/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dimulainya pembangunan rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan dan persatuan umat.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al-Wasathiyah, Drs. Kamaruddin Ritonga, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa gagasan pembangunan masjid berawal dari keikhlasan Ibu Boru Hasibuan yang menginfakkan tanah seluas 2.011 meter persegi untuk pembangunan masjid. Ia menegaskan bahwa pengelolaan lahan telah dilakukan sesuai regulasi, dengan kelengkapan administrasi yang telah dipenuhi.
“Tujuan utama pembangunan masjid ini adalah untuk meningkatkan kualitas ibadah masyarakat. Di tengah situasi bencana dan dinamika kehidupan saat ini, ini menjadi refleksi bahwa harta tidak ada yang kekal dan semuanya akan kembali kepada-Nya,” ujar Kamaruddin. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padangsidimpuan beserta rombongan atas kehadiran dan dukungan yang diberikan.
Rangkaian acara ditandai dengan penyerahan surat hibah tanah wakaf dari pemilik lahan kepada Wali Kota Padangsidimpuan sebagai simbol komitmen bersama dalam pembangunan Masjid Al-Wasathiyah.
Mewakili pemberi wakaf tanah masjid, Zulham Ependi Ritonga menyampaikan harapan agar pembangunan masjid dimudahkan oleh Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa nama Al-Wasathiyah bermakna menengahi atau moderat, sehingga diharapkan masjid ini menjadi simbol pemersatu masyarakat dan wadah penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Tokoh masyarakat setempat, Mara Saud, mengapresiasi para pemberi wakaf tanah dan berharap mereka memperoleh keridaan serta keberkahan dari Allah SWT. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang semangat warga untuk menggenjot pembangunan masjid. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap pembangunan akses jalan menuju masjid dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Sementara itu, Lurah Tanobato, Tahtim Siregar, M.A., menyampaikan selamat datang kepada seluruh pihak yang hadir. Ia menuturkan bahwa pembangunan masjid akan terus berinovasi dan menjadi pusat kegiatan keagamaan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa penginfak lahan, penginfak jalan, serta Ketua BKM berasal dari marga Ritonga, sejalan dengan makna Masjid Al-Wasathiyah sebagai penengah.
Ia juga menyampaikan bahwa di atas lahan wakaf tersebut direncanakan pembangunan Taman Pendidikan Tahfiz Al-Qur’an, seraya mengingatkan bahwa hanya amal ibadah yang akan dibawa kelak. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan maksimal dan mendapat kemudahan.
Mewakili KUA Padangsidimpuan Utara, Hanafi Siregar, S.HI., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga peletakan batu pertama Masjid Al-Wasathiyah dapat terlaksana. Ia melaporkan kepada Wali Kota bahwa nilai wakaf lahan dan jalan yang diberikan tergolong fantastis dan diharapkan menjadi amal jariyah bagi para pemberinya. Ia juga berharap adanya bimbingan dan arahan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Dalam bimbingan dan arahannya, Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe menyampaikan bahwa di antara para undangan hadir banyak senior Pemko Padangsidimpuan, menandakan kuatnya kolaborasi lintas unsur. Ia menegaskan bahwa membangun kota adalah kewajiban pemerintah, dan pembangunan masjid merupakan bagian dari upaya memakmurkan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk berkolaborasi dan bergotong royong agar pembangunan Masjid Al-Wasathiyah dapat berjalan hingga tuntas.
“Pembangunan masjid harus siap dan dimakmurkan bersama,” tegasnya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada para penginfak lahan dan jalan, seraya mendoakan agar niat baik tersebut menjadi amal jariyah. Ia mengumumkan bahwa awal tahun 2026, Pemerintah Kota Padangsidimpuan akan memberikan infak sebesar Rp20 juta. Pada kesempatan itu, Wali Kota membuka kotak infak dan mengajak jajaran OPD untuk berpartisipasi. Secara pribadi, ia menyumbangkan 100 sak semen untuk pembangunan masjid.
Selain itu, Wali Kota mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan dengan tidak sungkan memberikan kritik demi perbaikan pemerintahan. Ia memastikan bahwa administrasi perizinan dan kelengkapan surat akan difasilitasi oleh pemerintah. Ia juga menyinggung pembaruan data PIP dan BPJS agar seluruh bantuan sosial dapat tepat sasaran.
“Tugas kami adalah melayani masyarakat sesuai kapasitas dan kemampuan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, terkumpul infak berupa bahan bangunan dengan rincian:
1. Wali Kota Padangsidimpuan: 100 sak semen
2. Almarhum Orang Tua H. Sarmadan Hasibuan: 100 sak semen
3. H. Sarmadan Hasibuan: 50 sak semen
4. Kasatpol PP Padangsidimpuan: 50 sak semen
5. Camat Padangsidimpuan Utara: 30 sak semen
6. Asisten: 25 sak semen
7. Sekretaris Satpol PP: 10 sak semen
8. Kabag Kesra: 10 sak semen
9. Kabag Protokol: 10 sak semen
10. Lurah Tanobato: 5 sak semen
11. Warga: 5 sak semen
Acara ditutup dengan doa dan berlangsung dengan khidmat serta lancar. Pembangunan Masjid Al-Wasathiyah diharapkan menjadi tonggak penguatan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat Kota Padangsidimpuan, sekaligus menjadi pusat ibadah yang makmur dan berkelanjutan.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













