Sikap Arogan Kembal Terjadi Yang Diduga” Dilakukan Oleh Salah Satu Oknum Anggota Polres JENE”PONTO

Sikap Arogan Kembal Terjadi Yang Diduga" Dilakukan Oleh Salah Satu Oknum Anggota Polres JENE"PONTO | NEWS TV Indonesia
Sikap Arogan Kembal Terjadi Yang Diduga" Dilakukan Oleh Salah Satu Oknum Anggota Polres JENE"PONTO | NEWS TV Indonesia

News.TV-JENE’PONTO-Masyarakat kembali resah dengan adanya salah satu oknum anggota polres jene’ponto yang bersikap arongan terhadap masyarakat, terutama diwilayah di kampung beru, desa balangloe tarowang, kab, jene’ponto, selasa, 17/09/2024

Menurut informasi dari narasumber ( yang tidak mau di sebutkan namanya ) kami warga merasa resah dan takut dengan adanya kejadian yang menimpah keluarga kami dan berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke POLDA sul-sel

Berikut uraian kejadian yang dialami oleh saudara saudara-saudara kami : 1. Pada tanggal 7-9-2024 jam 22.00 WITA di Kampung Beru, Desa Balangloe Tarowang, Kec. Tarowang, Kab. Jeneponto, AGUS Bersama SUARDI sepakat untuk melakukan trening/tes ayam. Kemudian AGUS dan SUARDI menyampaikan ditetangganya a.n. ANSYAR untuk minta izin trening di belakang rumahnya karena dianggap tanahnya rata dan ada lampu. Kemudian ANSYAR mengatakan yang penting jangan main judi/uang. Selama proses trening dilaksanakan sekitar jam 22.30 WITA tiba-tiba datang satu mobil pribadi milik SAYUTI Bersama satu anggotanya langsung menembak 3 kali secara berturut-turut dan membabi buta dan karena bunyi tembakan orang-orang serta masyarakat kaget dan bahkan beberapa orang mengalami luka termasuk SUARDI yang mengalami luka berdarah di kening/jidat. Selanjutnya SAYUTI menembak ayam milik SUARDI yang masih berada di dalam ring yang mengakibatkan ayam milik SUARDI mati. Yang kami pertanyakan apa salah kami sehingga ayam yang ditembak hingga mati.

2. Dalam kejadian itu SAYUTI menangkap tiga orang yaitu SUARDI, ANSYAR dan HATTA dimana ketiga-tiganya diborgol dan dibawah ke Polres. Selanjutnya isteri ANSYAR bertanya “tabe kareng ini dari mana polisinya”? namun SAYUTI berkata tidak usah bayak tanya bawa ke polres saja kasi naik dimobil. Kemudian isteri ANSYAR bertanya kalau begitu pale biar pake celana dulu suamiku tapi SAYUTI berkata tidak usah
Kemudian Masyarakat meminta kepada SAYUTI agar diobati dulu SUARDI yang kondisinya berdarah di kepala tapi sayuti tidak menghiraukan dan membawanya pergi.

3. Setelah sampai dikantor polisi di jeneponto SUARDI, ANSYAR dan HATTA dimasukkan dalam ruangan kemudian ditanya-tanya sama PAK SAYUTI termasuk diminta KTP.

Selanjutnya dimintai uang 1 juta perorang supaya bisa dibebaskan.

4. Jam 02.00 WITA SUARDI, ANSYAR dan HATTA dikeluarkan oleh PAK SAYUTI karena ada yang urus.

5. Setelah laporan ini diterima kami Masyarakat memohon untuk diberikan perlindungan karena ditakutkan pak sayuti datang melakukan intimidasi dan penekanan terhadap para pihak

6. Berdasarkan uraian di atas kami menyatakan keberatan sebagai berikut:

a. Kenapa ayam ditembak sampai mati dan bagaimana kalau tembakan itu mengenai masyarakat;

b. Setelah kami keluar/dibebaskan kemanakah ayam, ring yang diambil sama pak sayutikenapa tidak dikembalikan ke kami karena kasusnya tidak lanjut;

c. Kenapa kami dimintai uang padahal kami hanya trening bukan main judi;

d. Dalam keadaan luka SUARDI diborgol dan tidak diberi kesempatan untuk diobati;

e. Penagkapan dan pemebebasan tidak sesuai aturan yang berlaku.”Tutup, narasumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *